Bermain Dengan Bahan Radioaktif

laboratorium radiasi universitas diponegoro
Foto Pribadi : Abdul Jalil (GN-007) di Laboratorium Radiasi Universitas Diponegoro

Tidak selamanya aku bermain di luar ruang bersama teman-teman. Kali ini aku bermain di suatu tempat yang tidak biasa aku kunjungi. Tempat menyimpan bahan radioaktif sebagai bahan untuk pembelajaran umat manusia.
Untuk kedua kalinya aku menyentuh bahan radioaktif (Cobalt-60 dan Cesium-137) menggunakan tangan tanpa ada penghalang plat Timbal (Pb). Jangan sekali-kali kalian meniru apa yang aku lakukan. Karena perbuatan yang sudah aku lakukan adalah tergolong nekat walaupun paparan radiasi yang diterima oleh tangan tidak begitu berbahaya dalam waktu singkat.
Aku merasakan sesuatu terjadi di jari-jari tangan kananku. Boleh jadi itu adalah efek paparan radiasi secara langsung. Jika kalian ingin tahu mengapa aku ada di sana karena sedang ada praktikum eksperimen II.
Seolah-olah aku sedang melakukan pengamatan (padahal bermain), bersama dengan 2 teman lain satu tim dan seorang lagi assisten praktikum.
Aku sedikit perkenalkan apa yang ada di foto itu. Yang ada depan itu adalah sebuah detektor radiasi dengan alat pencacahnya. Dan satu wadah yang berwarna biru adalah tempat untuk menyimpan bahan radioaktif. Bentuknya memang kecil namun jika kalian mencoba untuk membawanya dengan satu tangan, aku yakin akan merasa ada sesuatu yang sangat berat.
Aku beritahu kepada kalian wadah itu terbuat dari Timbal (Pb) yang memiliki densitas yang lebih besar dari pada besi pada umumnya. Kecil namun berisi, itulah yang bisa aku gambarkan kepada kalian.
Jika ingin mengetahui lebih dalam lagi di internet sudah banyak, tinggal kalian “ googling di yahoo ” pasti akan menemukan apa yang ingin kalian cari. Termasuk mencari siapa aku sebenarnya. Sekian. . . .

About Abdul Jalil

Semua tentang ku dan Haruna

View all posts by Abdul Jalil →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *