Bersyukur Dengan Segala Nikmat Dari-Nya

Pramuka
DSC00927
Foto Pribadi : Abdul Jalil (Undip) dan Teman-Teman di Kebun Teh Lereng Gunung Ungaran, Kab. Kendal

Kebun Teh di lereng gunung Ungaran. Kami semua sedang bermain dengan sesuatu yang tidak pernah aku jumpai di tempat tinggalku. Kami semua adalah anggota Racana dari masing-masing pangkalan. Foto ini adalah hari kedua latihan gabungan pramuka dari empat perguruan tinggi negeri. Foto yang aku simpan sangat banyak hanya beberapa saja yang ini aku unggah ke blog pribadiku.

Dapat dilihat dengan jelas pemandangan yang indah dan memikat hati ini memang sangat cocok untuk menjadi destinasi wisata alam. Semalaman kami semua berjalan di antara kebun teh menuju pos transit yang biasa digunakan untuk mendaki gunung Ungaran. Kami semua senang bisa menjadi teman yang baik dalam suka dan duka selama perjalanan menuju ke tempat itu. Dan aku menyimpan kisah tersendiri tentang tempat  tersebut. Sebelumnya aku sudah pernah ke tempat itu sewaktu masih duduk dibangku sekolah menegah atas (SMA). Dengan jalan yang berbeda aku dan mereka semua menikmati perjalanan yang sangat seru. Bahkan aku ingin mengulang kembali masa-masa itu namun dengan orang yang berbeda.

Namun, sangat disayangkan Haruna tidak dapat hadir di kegiatan yang asyik tersebut.  Bagi sebagian orang jika kita berjalan bersama orang yang kita cintai di tempat itu bisa jadi orang tersebut adalah jodoh kita. Itu kalau pendapat orang tentu berbeda dengan aku karena pendapat orang lain belum tentu cocok untuk keadaanku. Jika bercerita tentangnya pada catatan ini aku hanya bisa pasrah saja dengan keadaan yang ada. “ mencintainya karena aku ingin ” empat kata itu bukan sebuah alasan klasik jika sedang menyukai seseorang. Hanya aku ingin dan tanpa sebab yang jelas mengapa dia yang aku suka. Catatan ini akan menjadi sangat panjang jika hanya dia aku catat di halaman ini. Aku masih mempunyai banyak teman yang perlu aku perhatikan satu dengan yang lain karena mereka juga bisa seperti ini dapat bertemy dengan teman-teman Racana empat perguruan tinggi negeri.

Kembali dengan catatan yang sebenarnya. Pada kegiatan gabungan tersebut aku merasa ada yang diperhatikan oleh kedua mata dan kata hati selalu ingin bertanya tentangnya. Aku memang pecundang pada waktu itu tidak berani bertanya apapun. Aku merasa lemah di hadapannya padahal dia bukan seorang Haruna. Yang aku ketahui dia berasal dari Universitas Airlangga, Surabaya. Pernah bertanya sesuatu kepadanya yang jawaban yang aku terima darinya hanya beberapa kata dengan nada dingin. Menjadi sangat aku ingin mengenalnya lebih lanjut. Hanya saja aku terbatas ruang dan waktu dengan dirinya. Aku tidak ingin mencintainya karena dengan mendengar salam darinya sudah dapat membahagiakan hati dan kehidupanku pada masa itu. Aku masih merasa senang hingga sekarang karena foto bersama. Satu bukti yang bisu namun dapat membuka cakrawala pengetahuan dan imajinasi seseorang yang melihatnya. Aku kagum bisa menjumpai sosok perempuan yang mampu menjaga sikap dengan orang asing sepertiku ini. Tentu, baginya aku adalah orang asing yang mencoba mencari celah dihatinya. Karena dengan perasaan rindu kepadanya sudah mampu untuk bahagia tanpa harus mencari celah didalam hatinya karena yang aku tahu “ aku bukan pilihan hatinya ”.

Catatan ini aku tulis atas dasar kebersamaan dan mengisi waktu luang dari pada menganggur di saat liburan. Memilih kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi siapapun yang ingin membacanya. Aku tidak peduli dengan tulisan ini akan dibaca oleh orang atau tidak. Aku hanya ingin menulis bukan yang lain lagi untuk menjadi orang terkenal. Terlebih juga aku bukan penulis yang baik. tidak pantas bagiku jika aku menjadi terkenal hanya karena tulisan ini atau karyaku yang lain.

Dan oleh sebab itu tidak kata maupun alasan yang ingin aku ungkapkan. “ Karena menulisku adalah bagian dari tanda kehidupanku”.  Abdul Jalil

Abdul Jalil

Semua tentang ku dan Haruna

https://abduljalil.my.id/

Tinggalkan Balasan