Catatan Akhir Tahun

Grobogan, 29 Desember 2014 09.01pm

Malam hari yang sepi. Tidak seperti biasanya aku seperti ini atau memang aku yang sedang pilu memikirkan yang tidak seharusnya aku pikirkan. Seharian ini aku hanya ada didalam rumah melakukan hal bodoh entah dengan apa aku bisa memulai sesuatu dengan baik atau mungkin yang baru. Sejak aku merasa bingung jalan mana yang aku harus lewati membuatku sedikit ragu untuk menentukan dengan baik itu jalan yang mana. Tidak ada teman yang dapat bisa berbagi untuk sekarang ini dan aku terlihat jauh dari semua orang termasuk kedua orang tuaku sendiri. Entah masalah apa yang sudah merasuki pemikiranku ini. Aku rasa harus mensucikan diri dengan sebaik-sebaiknya dan kembali hanya kepada-Nya. Dalam hatiku masih ada seonggok kebaikan yang dapat merubah pemikiran tentang orang lain dan berharap aku tidak akan melupakan tentang mereka yang masih peduli dengan aku dan orang-orang yang ada didalamnya. Akan kah yang aku pikirkan pada hari ini adalah kebenaran diatas kepalsuan ? jawaban itu ada ketika mereka datang kepadaku mengabarkan selamat pagi kepadaku suatu hari nanti. Maafkan tentang hari ini dan mungkin hari esok yang akan menentukan pemikiran dan jalan mana yang harus aku kembali pilih. “Menjadi orang yang terhormat dengan kepalsuan atau menjadi orang biasa dengan pemikiran terbijak”. Sejak peristiwa sekitar 3 tahun yang lalu yang mana aku salah memilih jalan yang seharusnya tidak aku pilih namun terlalu mengambil resiko yang tidak biasa. Akhirnya jalan itu aku pilih dengan rasa sakit nan amat dalam. Sampai sekarang pun aku masih mengingatnya seberapa buruk peristiwa waktu itu. Terlalu banyak intervensi yang dahulu aku ingin melakukannya dengan sendiri. Namun,banyak orang yang berpikir lain. Aku mungkin terlalu baik bagi mereka yang sedang rindu sosok sepertiku ini. Aku berpikir lain juga tentang mereka yang sedang menyusun kemampuan untuk ikut campur dengan urusan mereka. Aku tidak sepandai mereka dan mereka tidak bisa mengerti tentang peristiwa waktu itu. Memang banyak orang yang sudah terbukti dengan kesibukannya dan mereka berhasil. “ aku bukan mereka dan mereka juga bukan aku ”. tidak bisa dirubah kecuali takdir yang merubah. Memang tidak sepantasnya aku menuliskan tentang semua ini. Namun,semua orang akan mengetahuinya kelak dimasa depan nanti. Akan mereka tahu tentang diriku dan masa lalu ini. Bukan waktu yang akan menjawab dan bukan aku juga yang harus menjawab. Namun,kenyataan akan menentukan jawaban yang mereka sedang butuhkan untuk sekarang ini. Aku hanya dapat mengacu dari sisi lain dari mereka permasalahkan dan tidak ingin terlibat lebih jauh karena tujuanku yang utama belum sepenuhnya aku dapat dengan kemampuanku sekarang ini. Sebisa mungkin aku tidak ingin menyesali apa yang sudah aku pilih dengan pemikiran yang tidak sesederhana jalan yang akan aku tempuh. Tidak ingin jauh aku kepada mereka dan tidak ingin pula mereka menjauhiku karena aku memilih untuk berbeda. “Karena ini adalah jalan kehidupanku dan bukan jalan mereka mengatur jalan kehidupanku.”.

[09.49 PM]

 

About Abdul Jalil

Semua tentang ku dan Haruna

View all posts by Abdul Jalil →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *