Catatan Anak Kecil Untuk Kakak

Catatanku

Perkenalan yang tidak pernah kau inginkan bahkan menduganya. Perkenalan yang sederhana dari dunia maya kala itu ketika salah sangka aku adalah dirinya. Mungkin, aku adalah bagian dari kehidupan orang lain yang masih kau ingat hingga saat ini. Tidak sedikit orang yang pernah menjadi dirimu. Aku menjadi sangat biasa ketika ada yang sama memikirkan tentangku, terlihat dan terdengar sama oleh kau atau bahkan mereka. Jadi, siapa yang perlu bertanggung jawab akan hal itu aku atau dirimu atau mereka ?

Aku adalah seorang yang berbeda karena aku pria yang menyebalkan. Seolah-olah aku mengingatkan dirimu pada seseorang yang pernah kau kagumi di masa lalu. Berpikir dia bukan seorang kekasih namun yang kau pikir hanya teman seperjuangan. Tentang kekuranganmu yang masih ada hingga sekarang ini aku hanya mampu berdoa semoga kau bahagia. Manusia di dunia ini masih ada kemungkinan sama yaitu kemiripan. Tidak harus seorang yang kembar atau sedarah,  ketika rasa kangen menyelimuti hati siapa pun yang dilihat olehmu adalah bagaikan pujaan yang datang sesaat.

Aku mungkin adalah pria jahat yang berlagak baik,  namun sebagai manusia yang merasa jahat di muka bumi ini. Hanya ada kesempatan untuk berbuat baik di satu sisi yang berbeda. Menjadi kisah orang lain itu juga termasuk salah satu kejahatan non-fisik jika kau mengerti bentuk kejahatan. Aku berpikir kau tidak akan pernah senang dengan pujianku atau orang lain. Karena keadaanmu kalah saing dengan yang lain.

Entah bagaimana kau ada tapi merasa bahagia seperti denganku. Tidak berpikir lain bukan keadaan khayalan namun kau berpikir demikian. Aku sangat senang ketika ada seorang anak kecil tersenyum kepadaku hanya karena ingin mengejeknya. Namun, kau hanya merasa minder atau penuh dengan rasa canggung ketika ingin bermain bersamaku. Setiap saat mimpi ada dan tiada, berharap aku menemukan seorang Haruna. Perempuan manis berkerudung merah membuatku merasa ingin jatuh cinta bahkan ingin melamarnya. Kau dan aku bercerita tentang perempuan itu hingga aku terbawa suasana jatuh cinta pada dirinya. Padahal aku belum mengetahui siapa itu Haruna. Berpikir demikian kau memang berbeda dengan ku.

Semakin jauh berjalan rasa kangen kau hanya merasa itu sedikit mereda, tidak menyadari aku ada untuk menjadi obat kangen. Terkadang masih ada rasa kau dengan dirinya. Sangat berperasaan kau diam dengan keadaanmu yang ingin bertemu. Aku tidak pernah berharap kau ada untukku namun keadaan lain akan menjadi kisah lucu ketika anak-anak kita tertawa akan catatan masa lalu kita. Namun, apalah kita ada hidup di dunia ini jika hanya saling diam dan tertawa. Kita perlu doa untuk masing-masing dari hidup. Agar dapat suatu jalan kebaikan di masa mendatang.

Terkadang berpikir kembali tentang pemikiranmu jika aku adalah seorang pribadi yang lembut. Tidak salah memang hanya saja bagiku itu antara sesaat atau memang kebetulan saja. Bagaimana pun aku adalah seorang yang senang bergurau akan cacian ringan suasana menjadi tidak sepi. Aku bersikap ramah dan seolah-olah orang yang paling bersemangat di dunia ini agar orang-orang yang pernah aku jumpai menjadi tidak sepertiku. Dan entah sejak kapan kau berpikir aku ini adalah seorang pemuji bagi seorang kau yang tidak senang dengan pujian. Dari sisi mana aku juga belum mengetahui itu. Ku bilang kau adalah seorang yang cantik, itu tidak akan menjadi suatu yang tidak dapat kau terima dengan baik, bahkan kau seorang anak kecil pun kadang cukup untuk menggambarkan kau itu adalah seorang anak  yang manis. Namun itu juga tidak menjadi suatu pujian bagimu bahkan yang ada menghina apa yang kau rasakan. Sekarang aku pikir kau akan kembali berpikir ulang tentang rasa yang tidak biasa itu.

Aku berusaha menjadi pribadi yang tidak merepotkan orang lain, Namun pada kenyataannya aku justru banyak merepotkan orang-orang yang ada di sekitarku. Mungkin termasuk kau juga/ aku hanya bisa tersenyum saja ketika itu menjadi suatu rasa yang aneh di dalam diriku. Aku menerima satu demi satu baris kata yang ada di catatan singkat ungkapan yang ada di dalam hatimu.

Rasa terima kasih yang langka ada dua dunia ini. Terlalu bodoh juga aku mengatakan demikian namun, cukup menjadi rahasia kita sampai akhir dunia ini ada. Selalu semangat dengan apapun hidup ini bercerita. Tidak mengetahui apapun selain hanya pasrah dan berdoa berharap jalan terbaik kita lewati masing-masing di hari mendatang.

Mencatat tidak selamanya indah, tidak juga menjadi obat kesepian yang adil, bahkan tidak pula dapat menutupi kebohongan masa lalu. Karena aku hanya mampu mencatat satu cerita darimu atau mereka untuk duniaku.

Abdul Jalil

Semua tentang ku dan Haruna

https://abduljalil.my.id/

Tinggalkan Balasan