Catatan Hari Sumpah Pemuda

Catatanku

Semarang, 28 Oktober 2015 07.04 pm

Hari rabu malam di atas tempat peristirahatan anak kuliahan. Menulis catatan untuk pengingat masa depan. Tidak akan menjadi sia-sia jika aku sudah menulis untuk hari ini. Karena yang aku tulis hanya sebuah catatan harian. Bukan catatan yang perlu dikritisi namun cukup di baca saja.

Ketika hari ini semakin panas,aku lebih suka untuk menyendiri didalam kehidupan yang perlu diperbaiki. Banyak kisah yang sudah terjadi pada masa laluku. Banyak aku kehilangan semangat dikarenakan  berbeda dengan nama lain yang tentu jauh lebik baik. aku hanya menyadari keadaanku sekarang ini yang masih berbeda. Memang lambat untuk aku berpikir kedepan sesuai jalan yang  telah ditentutan oleh manusia manusia pencari tuntutan hidup.

Kisah semakin menyenangkan dalam catatan ini jika menyadari setiap kalimat yang aku tulis. Karena tulisan ku mengandung makna yang luar biasa. Bagi yang yang belum mengerti tentang hari ini. Tulisan ini adalah sampah dan perlu di hapus untuk setiap huruf yang aku tulis.

Dalam kesempatan hari ini saat aku menulis catatan ini. Aku bermimpi dimasa depan catatan ini dapat dibaca oleh orang banyak sebagai sumber sejarah tentang aku dan orang-orang di sekitarku. Karena aku yakin akan banyak orang  mencariku untuk melakukan sesuatu yang pernah ada sebelumnya. Dan aku masih yakin sampai kapanpun dan entah juga aku bisa melakukannya ataupun tidak. Ini hanya harapan dalam catatan seorang mahasiswa fisika.

Semakin dewasa aku ini banyak kisah lain yang tercipta dengan begitu saja. Merekalah (teman-teman) yang menjadi salah satu sumber catatan harianku. Dengan mereka bercerita tentang hari ini aku juga menulisnya disebuah catatan yang sedang aku tulis pada hari ini. Tentu, hari ini akan  menjadi salah satu sejarah yang berbeda. Dengan setiap pemikiran yang ada aku ingin menyimpulkan tentang hari ketika sore tadi berkumpul untuk bertemu pada sebuah forum tidak jelas namanya yang membuatku lebih ingin menulis semua ketidaktahuanku tentang mereka semua. Karena aku berpikir untuk menjadi sesuatu yang indah perlu memikirkan lain dari pada yang lain. jadi kalo aku ingin menyimpulkan “ tidak ada yang sama dengannya atau siapapun ketika satu keinginan menjadi perubahan dalam setiap kesempatan ruang dan waktu ” . itulah satu kalimat yang ingin aku tulis untuk hari ini sebagai kesimpulan yang tidak jelas. Sebagai manusia aku mengakui jika keberadaanku bisa jadi adalah parasit bagi seseorang yang tidak menyukai-ku. Namun,akulah diriku bukan siapapun. Dan terserah tentang mereka berkata apa dengan bagaimana.

Aku,hanafi,zaenal,wahyu,agus,sairun,ipon,anna,fairuz,fatkhiyatus,apri,laela dan juga muffa. Hari ini adalah tentang mereka ketika catatanku adalah sebagian dari sejarahnya. Ini adalah bukti jika aku dan mereka bercerita tentang sumpah pemuda pada jaman sekarang. Mempunyai keunikan tersendiri setiap isi otak untuk menyampaikan kisah yang lucu. Akupun juga tidak terlalu mengerti tentang sebenarnya pada jaman dahulu masa sebelum kemerdekaan indonesia. Aku masih belum mengetahui dengan pasti siapa yang benar benar mempunyai arti sebernarnya tentang negara ini. Ya sudahlah anggap saja aku ini sedang bermimpi pada sebuah desa yang mempunyai jumlah penduduk sama dengan nol. Itu akan lebih mempunyai arti yang lebih jelas tentang jaman dahulu yang artikan untuk keadaan jaman sekarang.

Sepertinya aku perlu untuk belajar. Karena hari esok pada jam sepuluh pagi harus menempuh ujian tengah semester. Sekarang ini aku sedang berada pada semester kelima selama aku kuliah. Tidak lama lagi akan banyak kisah yang semakin kompleks dan juga akan banyak drama kehidupan sebagai skenario saat aku bersamanya dimasa depan nantinya entah dengan siapa. Karena aku masih yakin Haruna masih mencintai Nakata sekalipun belum mengetahui siapa aku dan siapa dia.

Sekian untuk hari ini karena kebahagianku adalah ketika bersama untuk tidak diam bersama.

[07.26 pm ]

Abdul Jalil

Semua tentang ku dan Haruna

https://abduljalil.my.id/

Tinggalkan Balasan