Catatan Presentasi Abdul Jalil dan Abdul Kholil

Sekolah dan Kuliah
Foto : Presentasi Materi Kuliah

Semarang, 30 November 2017 – Hari ini seharusnya aku melakukan kegiatan lain, karena terlalu malas, hari pengganti pun menjadi satu-satunya jalan yang harus aku tempuh demi mendapatkan nilai baik.

Jujur saja untuk urusan mengikuti perkuliahan di kelas dari hatiku sendiri seperti benar-benar menolak untuk duduk dengan santai jam perkuliahan berakhir.

Aku berpikir dan merasakan demikian itu bukan sesuatu yang buruk, tentu ada faktor-faktor pendukung. Bahkan kalian sendiri tidak sanggup untuk menerimanya (aku sudah pastikan itu).

Jika salah satu dari kalian pernah membahas sesuatu tentang perkuliahan, maka biasa aku lebih sering menceritakan pengalamanku kepada kalian. Aku berpikir secara realistis mengenai perkuliahan (ya meskipun setiap fakultas memiliki aturan masing-masing), tentu aku menceritakan fakta yang ada di fakultasku sendiri.

Pada catatan ini memang membahas mengenai presentasi, namun ada banyak hal yang melatar belakangi hal tersebut. Sebagai mahasiswa normal kalian tidak akan mudah memahami apa yang sudah aku catat. Kecuali kalian menerapkan berpikir secara terbalik (hanya itu satu-satunya cara untuk memahami catatanku). Aku sudah melewati banyak semester daripada kalian.

Jika kalian hanya kuliah sampai disemester 7 (karena disemester 8 kalian sudah lulus), jangan harap kalian bisa mengerti perasaan setiap mahasiswa yang sudah menempuh semester 9+.

Sedikit menghina dengan pertanyaan/pemikiran bodoh yang seolah-olah kalian lebih unggul, ingat aku bukan seorang peramal atau dukun. Namun, aku pribadi berani menyampaikan sesuatu satu saat nanti akan terjadi peristiwa tentang kalian yang hanya berkata (kok bisa, kok begitu  mengapa, bagaimana , dll).

Ingatlah, cara berpikirku tidak sependek celana dalam yang kalian pakai dan juga tidak sepanjang jalan hidup yang belum pernah aku ketahui kapan akan berakhir. Namun cukup untuk menjadi pengingat bagi generasi setelah ku dan kalian.

Baiklah meskipun aku terlalu jauh melenceng dari judul yang seharusnya tentang catatan presentasi. Tapi itulah yang aku rasakan ketika berdiri di depan mempresentasikan hasil pekerjaan bersama (mata kuliah Fisika Radiologi). Aku memang tidak pandai berkata-kata namun aku masih sanggup untuk mengingat kata-kata dalam hati.

Oh iya jika kalian ingin tahu jumlah pasti orang yang ada diruang presentasi (hanya 5 orang saja) dan itu sudah termasuk 1 dosen pengajar. Jika kalian tanya sisanya di mana pastinya aku jawab sedang pulang kampung atau tiduran di kamar kos (sudah itu saja). Pertanyaan dan pemikiran berlebih tentu aku sarankan untuk bertanya langsung kepada yang lebih memahami catatan ini.

Aku berjuang bersama teman-temanku, aku tidak peduli dengan kata-kata orang yang merasa pesimis dan ragu dengan semua keputusanku. Aku hidup memiliki kecepatan dan  tempo yang berbeda dari orang-orang yang aku kenal.

Aku tidak bisa menuntut diriku untuk berbuat apa pun tanpa berpikir untung rugi. Aku tidak ingin tergesa-gesa  dengan melihat kecepatan orang lain. Aku hanya perlu mengarahkan kecepatanku dan mengatur tempo agar tidak tersesat di jalan yang lurus.

Mungkinkah kalian akan menuntutku untuk menyegerakan sesuatu ? mohon maaf hidupku tak sebatas menerima tuntutan. 🙂

Catatan Akhir Kuliah #17

Salam,

TTD Abdul Jalil
Abdul Jalil

Semua tentang ku dan Haruna

https://abduljalil.my.id/

Tinggalkan Balasan