Catatan Seorang Pandega

catatan seorang pandega
Foto : Anguilla Rostrata

Semarang, 21 April 2018. Alhamdulillah…. Puji syukur kepada Allah SWT yang masih memberikanku kesempatan untuk melaksanakan proses pelantikan kenaikan tingkat dari golongan “Pandega Madya” ke “Pandega Bakti” atau dikenal pandega penuh. Aku tidak tahu urutan nomor berapa yang menyandang gelar seorang Pandega Bakti sejak Racana Diponegoro berdiri di kampus Undip.

Aku mengikuti prosesi kenaikan tingkat ini sudah sebanyak 3x (rekor baru yang sepertinya akan sulit dipecahkan oleh adik-adikku). Selama kurang lebih 3 tahun sendiri berada ditingkat Pandega Madya dan sebagai tanda perpisahan kepada adik-adik aku telah membuat sebuah pesan agar mereka dapat membacanya (nanti diakhir catatan ini aku sampaikan kepada kalian jika ingin membacanya).

Pengalamanku di Pandega Madya yang dekat dengan adik-adik (dibuktikan dengan selalu diberikannya amanah menjadi seorang pendamping reka kegiatan diklatsar dan LPK sejak tahun 2015-2018) membuatku lebih mudah mengerti “bagian” yang harus aku selesaikan sebagai seorang Pandega Bakti di Racana Diponegoro.

Pengaruhku memang tidak sekuat teman-temanku yang terlebih dulu dilantik menjadi Pandega Bakti tapi aku akan menjalani status baruku dengan penuh rasa tanggung jawab (ingat…Tri Satya). Aku sendiri bukan tipe orang yang banyak bicara jika berkumpul dengan teman-teman (kecuali jika dibutuhkan) aku lebih suka diam dan menganalisis sesuatu yang terlihat sangat rumit jika dibicarakan dengan orang lain yang belum selevel (denganku).

Tidak sedikit orang-orang mencibir/mencela/menyindir sekalipun mereka tidak mengatakannya secara langsung (aku bisa mengetahui/menyadari karena kemampuan khusus yang sudah tersimpan didalam jiwaku), kalau dipikir-pikir aku ini salah satu orang yang sangat berbahaya (mencari suatu kasus contoh saja aib seseorang terlalu mudah untuk dilakukan olehku).

Baca juga: CATATAN MENUJU (PANDEGA MUDA™) MASIH BERLANJUT

Jika aku menemukan sebuah kasus apalagi aib seseorang (aku lebih suka menyimpan rapat-rapat demi nama baik seseorang). Dengan menyimpan aib-aib dari teman-temanku setidaknya aku lebih mengerti gerak-gerik “pelaku” (contoh saja orang yang berbohong) sekaligus menjaga aib tersebut agar tidak tersebar (karena kalau sampai tersebar bisa jadi berita yang sangat ramai dan bisa jadi aku diseret-seret tukang adu domba oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab). Pesan yang jelas untuk semuanya saja yang membaca catatanku ini “ Berhati-hatilah ketika ingin membohongiku, karena dikemudian hari bisa jadi akulah orang menyelamatkan nama baikmu ”.

Kalian ingin melihat sebagian kecil dari adik-adikku di Racana ? ada begitu banyak tapi beberapa hadir dimalam pelantikanku sebagai Pandega Bakti.

Pangeda
Foto : Salam Jari Kelingking

Mereka semua adalah anggota muda Racana Diponegoro yang sebenarnya sedang mengikuti tahap dalam proses kenaikan tingkat juga (otw jadi Pandega Madya). Ada Rizka, Amanda, Parwati, Novi, dan Subur (Rizka dan Manda satu reka denganku) dari kiri ke kanan (kalian bisa menebak sendiri orang-orangnya).

Sejak tanggal 14 April 2018 mereka semua sudah melaksanakan TM peserta LPK dan tentu saja nama-nama reka sudah dibagi (itu sebabnya aku bisa menyebut Rizka dan Amanda satu reka denganku karena aku adalah pendamping dari mereka).

Suatu hari nanti aku sendiri akan banyak mencatat tentang rekaku dan uniknya lagi dalam satu reka ada 2 Pandega Bakti (karena aku pendamping yang baru saja dilantik untuk naik tingkat). Mereka yang masih anggota muda telah mendapatkan keistimewaan karena untuk tahun ini kegiatan LPK mereka akan langsung loncat ke tingkat Pandega Madya (yang sebelumnya LPK itu output-nya jadi seorang Pandega Muda).

Aku tidak ingin terlalu dalam membahasnya karena terlalu panjang dan sebenarnya bisa dipersingkat dengan satu kata yaitu “percepatan” dengan imbuhan per- dan -an. Aku masih ingat juga pada periode tahun 2015-2017 sedang hangat-hangatnya pembahasan yang membahas percepatan mengenai Pandega Muda, Madya, dan  Bakti. Seperti yang sudah aku catat tadi akan merepotkan jika ku menjelaskannya secara detail dan menyeluruh.

 Pada prosesi kali ini sebenarnya ada hal unik lainnya yang jarang terjadi di Racana Diponegoro (karena aku yakin dengan hal itu selama belum ada bukti valid untuk membantah catatanku ini). Ingin tahu itu apa ? aku langsung menjawabnya di paragraf berikutnya ya. Hehehe

Pandega
Foto : Lonceng, Sidat, Vinca

Kalau seseorang pernah membaca catatanku harusnya tahu mereka berdua itu siapa. Tapi sepertinya aku yang harus memberi tahu sendiri (kalian terlalu malas untuk berpikir jika aku hanya diam).

Mereka adalah adik rekaku ketika mengikuti kegiatan LPK tahun 2016 dan bahagianya lagi bisa menemani mereka naik tingkat bersama-sama (ini yang aku maksud jarang terjadi alias langka ketika adik dan kakak dalam satu reka dilantik diperiode yang sama). Kalau satu hari ada yang bernasib sama seperti ku tolong ingatkan saja biar tahu. Hehehe

Tidak berhenti sampai disitu pada periode pelantikan kali ini merupakan salah satu yang terbanyak dilantik (mungkin ada yang lebih dari 10 orang dalam satu periode). Ya seperti yang bisa kalian lihat. Dari 10 orang yang dilantik aku merupakan angkatan tertua (namun seumuran dengan mereka) yaitu angkatan 2013, angkatan 2014 ada 1 orang dan sisanya angkatan 2015.

Pandega
Foto : Berkalung Bunga Melati

Perjuanganku untuk menjadi seorang pandega begitu panjang (sampai 3x periode dengan 2x periode gagal melanjutkan prosesi) ya seperti yang sudah aku catat dibagian awal (hanya mengingatkan lagi).

Untuk mengakhiri catatan ini aku ingin menyampaikan pesan-pesan kepada adik-adikku yang masih berada di tingkat Madya baru atau lama. Jadi kira-kira isi pesanku seperti ini :

Assalamualaikum. Wr. Wb …..

Salam Pramuka 🙂

Alhamdulillah,. Pada kesempatan kali ini kakak ingin menyampaikan pesan untuk kalian semua adik-adikku Pandega Madya. Kakak sudah lebih dari 3 tahun menjadi seorang Pandega Madya. Pada akhirnya kakak mendapat kesempatan menjadi Pandega Bakti pada tahun 2018. Ya cukup itu saja permulaan untuk kalian yang menyempatkan membaca pesan dari kakak yang dapat dibilang “ Limited Edition and only one in the Radip ”. hehehehe

Adikku tersayang…..

Kakak bersyukur kalian masih menyempatkan untuk memakai seragam pramuka sebagai tanda kalian anggota Pramuka aktif. Kakak merasa sangat senang kalian menyempatkan waktu untuk kegiatan pramuka. Tidak ada yang lebih menyenangkan melihat kalian merasa senang dan bangga dengan memakai seragam pramuka.

Adikku tersayang…..

Kegiatan pramuka memiliki banyak sekali manfaat yang baik untuk kalian jika benar-benar memaknai setiap kegiatan pramuka. Kalian bisa mencarinya di mesin pencari sekelas Google/Bing/Yahoo dan lain sebagainya. Karena menjadi pribadi yang mandiri sudah pasti kalian akan merasakannya jika jiwa pramuka ada di dalam hati kalian. Tentang kedisiplinan sudah seharusnya kita semua memprioritaskannya karena kita adalah anggota pramuka.

Di organisasi pramuka (khususnya di Pramuka Undip) kakak belajar memahami berbagai jenis pemikiran, karakter , dan sifat setiap anggota. Kakak berharap kalian juga belajar untuk memahami sesama anggota, menurunkan ego, saling peduli satu dengan yang lain, jangan ada yang saling membenci.

Jika salah satu di antara kalian membenci sesama anggota (entah ke adik tingkat/kakak tingkat). Maka pasti rantai kebencian akan berputar lagi, jangan sampai itu terjadi. Jika kalian membenci, pasti kalian akan dibenci  itulah hukum rantai kebencian di dunia ini. Satu-satunya cara untuk memutus rantai kebencian hanyalah saling memaafkan. Jangan takut untuk memaafkan, tapi takutlah kalian jika kehilangan keyakinan.

Adikku tersayang…..

Apapun niat kalian dalam mengikuti kegiatan pramuka, kakak sangat berterima kasih. Dengan hadirnya kalian di setiap kegiatan pramuka ada kebahagiaan bagi kakak dan kakak-kakak lainnya dapat melihat kalian memakai seragam pramuka. Jangan malu memakai seragam pramuka ketika di kampus, tapi kalian harus malu jika tidak berbuat baik setiap hari.

Adikku tersayang….

Maafkan kakakmu ini ya ? jika kakak ada salah atau kurang mendampingi/membimbing kalian. Selama kakak masih hidup didunia ini, kakak akan berusaha ada untuk kalian, menyempatkan waktu untuk kalian semampu kakak. Ya pesan untuk kalian memang banyak kekurangannya dan sebenarnya masih banyak sekali pesan untuk kalian. Hanya saja waktu belum mengizinkan kakak  menggunakannya dengan baik untuk kalian (karena kakak sedang ngantuk pada waktu itu).

Cukup itu yang bisa kakak sampaikan kepada kalian. Pesan-pesan yang lain mungkin saja akan terucap untuk kalian jika ada kesempatan yang baik untuk menyampaikannya kepada kalian.
Catatan pandega

Wassalamualaikum. Wr. Wb

Catatan Akhir Kuliah #34

Salam,

About Abdul Jalil

Semua tentang ku dan Haruna

View all posts by Abdul Jalil →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *