Cincin di Jari Manismu

Catatanku

Ku menemukan sesuatu yang tidak biasa untuk orang biasa sepertiku. Bahkan kini raga tidak lebih dari daging yang berdiam diri terpaku untuk membisu. Karenamu hidupku lebih berarti menjadi seorang manusia hanya dengan diam menatapmu.

Seolah-olah aku manusia yang beruntung bisa mengenal manusia lain dari sudut pandang berbeda. Keyakinanku masih sama dengan satu nama yang ingin aku sandingkan. Terus mencoba untuk yang terbaik dalam setiap kesempatan hidup ini. Anugerah Tuhan yang indah yang cukup untuk aku kagumi dari titik hijau. Merah aku melihat dengan pipi lembut dan mata bersinar hingga tak mampu untuk membayangkan siapa kau sebenarnya.

Berjalan di arah sama bertanya singkat dengan saksi daun hijau berjatuhan aku di antara pengetahuan. Manis di rasa pahit pula untuk di ingat. Saat terlelap karena lelah aku ada untuk menjaga. Belum ada tanda untuk bertanya dengan siapa. Senang hati aku merasa bisa untuk menyandingkan nama.

Hanya orang biasa yang ingin bertanya cinta. Dalam layar sempit masuk ke dunia yang luas, bahkan terlalu luas untuk kehidupanku ini. Tidak jelas dalam pengungkapan kata untuk hati yang sedang rindu. Ketika menjadi cokelat yang penuh kebahagiaan waktu itu. Jarang aku mengetahui dia ada di mana. Ruang dan waktu tidak jauh berbeda di satu dimensi kehidupan.

Catatan ku yang biasa ini, tidak akan banyak orang mengerti tentang nama istimewa. Berbeda-beda dalam satu tujuan sama. Yang aku ketahui angka menjadi permainan hidupnya atau sekedar untuk dapat menyelesaikan satu persamaan.

Aku bukan seorang yang istimewa dalam pengajaran hidup. Bahkan jendela kehidupan dunia lain yang aku jumpai terlihat jelas pembaruan manis dari senyum yang di rahasiakan. Entah aku ada atau tiada untuk hati yang ingin mendapatkan kasih sayang dari orang biasa. Memuliakanmu adalah bagian aku hidup di dunia ini. Jika ada yang lain aku hanya dapat tersenyum dengan baik untuk semua orang. Tidak satu orang pun di dunia ini harus sedih karena melihat cincin emas di jari manismu. Begitu pun juga aku yang akan menjadi sedih jika keberhasilanmu hanya angan-angan saja.

Antara malu atau ingin menjadi masa depan bersamaku jika kehendak Sang Ilahi  ada untuk menjawab positif. Cincin emas di jari manismu membuatku lebih bersyukur akan pengakuanmu yang selalu di impian oleh orang banyak. Ingatlah hari itu dalam kenanganmu cincin emas jangan sampai terlepas dari jari manis yang telah menjadikan hidupmu lebih adil sebagai calon seorang istri Sholelah bagi anak-anakku atau memang kau tercipta bukan untukku.

===ABDUL JALIL===

 

Abdul Jalil

Semua tentang ku dan Haruna

https://abduljalil.my.id/

Tinggalkan Balasan