Cuaca Dingin Memang Pas Untuk Berkhayal

Update Terakhir: 29 Mei 2023 Oleh Abdul Jalil

Semarang, 04 Februari 2023. Suasana malam Minggu di tengah-tengah keramaian saya menyempatkan waktu untuk melanjutkan membuat catatan. Mengisi waktu luang memang paling menyenangkan ya menulis.

Hari ini setelah menyelesaikan beberapa pekerjaan di rumah, saya berpamitan untuk ke Semarang sekitar jam 5 sore, bertemu dengan teman lama yaitu si Wizda. Dia satu-satunya orang yang bisa saya temui untuk saat ini.

Saat sampai di Sanggar Pramuka, hanya ada mang Kadir duduk sendiri sambil menunggu pelanggan. Ya zaman sudah berbeda, sanggar kini sudah sangat sepi bahkan hampir tidak ada aktivitas sama sekali. Hal itu terjadi semenjak adanya surat pemberitahuan pemindahan kegiatan PKM dari Pleburan ke Tembalang.

Ketika mang Kadir pergi, saya sendirian di dalam sanggar sambil membaca tweet. Ya itu hobi sehari-hari ketika benar-benar sedang luang atau kesepian. Akhir-akhir ini memang rawan sekali yang namanya kesepian.

Sekitar satu jam lebih menunggu, akhirnya orang yang saya tunggu datang juga. Lama menunggu karena Dia harus mengantar adiknya terlebih dulu. Saya dan Wizda hari ini sebenarnya ada agenda untuk menjenguk adik-adik yang sedang melaksanakan pembekalan dewan.

Untuk lokasi acaranya berada di sebuah villa di Bandungan, Kab. Semarang. Musim liburan semester, Bandungan memang menjadi salah satu tempat favorit bagi mahasiswa melaksanakan kegiatan keakraban. Menurut saya karena lokasinya adem dan cocok untuk ngumpul.

Ketika saya sampai di lokasi acara, mereka sedang sibuk mempersiapkan makan malam. Saya melihat begitu banyak sekali frozen food yang mereka beli. Bagi orang yang mengerti atau memahaminya, intinya mereka tidak ingin repot.

Saya tidak ingin banyak komentar, biarlah mereka melakukan sesuai kemampuan. Mereka semua adalah orang-orang yang sebenarnya sulit menerima kritikan, bahkan saran terbaik pun tidak akan mereka gunakan selama itu merepotkan.

Boleh saya bilang, mereka adalah generasi ‘mie instan‘. Sangat cocok sekali dengan perilaku dan keseharian mereka. Loh, kok saya malah ngomongin mereka? Hihihi

Setelah makan malam, saya mencoba untuk berbicara kepada beberapa orang yang luang. Jika bersama orang yang tepat obrolan sampah pun akan sangat menyenangkan. Tapi ngobrol tentang sesuatu yang serius tidak akan menghasilkan apa-apa kecuali penyesalan.

Capek ngobrol, saya lihat Wizda sudah tidur lebih dulu, mungkin sangat kelelahan Saya memilih untuk tidak tidur dan melanjutkan menulis catatan. Suasana sangat nyaman untuk menulis. Malam ini, saya ditemani oleh si Subur.

Ngobrol ngalor ngidul tentang berbagai hal yang mungkin menarik untuk diceritakan. Semua orang sudah tidur kecuali kami berdua. Sebenarnya saya dalam kondisi waspada meskipun dalam ruangan. Orang biasa tidak akan mengerti apa yang saya rasakan.

Karena obrolan dengan si Subur sepertinya lebih menarik daripada menulis catatan ini. Saya sambung di hari berikutnya ya?

Daily Life 2023 #35

Salam,

TTD Abdul Jalil
Traktir Es Krim

About Abdul Jalil

Blogger aktif sejak 2013. Berbagi cerita dan pengalaman investasi sejak 2018 melalui My Life Story. Selengkapnya »

View all posts by Abdul Jalil →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *