Dengan Cinta dan Cita-Cita Akhirnya ke Surabaya

Pramuka
Foto Bersama : Anggota Racana Diponegoro di Politeknik Perkapalan Surabaya

Catatan delegasi bersama teman-teman di Surabaya menjadi awal yang baik sebelum kuliah pertama di mulai. Alhamdulillah di tahun 2017 ini Racana Diponegoro lebih banyak mengirimkan anggotanya ke kegiatan edukasi plus bersenang-senang. Kalau dulu (Th. 2016) hanya ada 8 anggota sekarang saat itu ada 11 anggota. Tetap saja masih kalah jauh dengan tiga perguruan tinggi lainnya.

Berharap dalam hati lebih banyak lagi yang akan mengikuti kegiatan latihan gabungan 4 perguruan tinggi (Latgab 4 Perti) di Surabaya. Namun apa daya aku ini yang bisa berharap demikian untuk optimis. Aku datang ke Surabaya dengan cinta dan cita-cita tidak ada satu unsur pemaksaan dari pihak mana pun. Meskipun di kegiatan tersebut aku dan beberapa teman terlalu tua untuk mengikuti kegiatan tersebut, tetap saja kebahagiaan dan keceriaan tidak akan menua begitu saja.

Aku ingin memperkenalkan kepada kalian (bagi yang membaca catatan ini) sebagai tanda terima kasih kepada mereka yang sudah menemani perjalanan menyenangkan penuh dengan cerita mistis ala anak pramuka (tebak saja sendiri).

Yang pertama ada teman-teman tiga yang duduk di bawah : Adnan Lintang H (Perikanan 2013), Nurul Rahma T (Matematika 2015) dan  Fiorentina Chelsea (Peternakan 2015). Untuk dua orang selain Lintang baru pertama kali mengikuti kegiatan rutin latihan bersama. Jadi, bisa dibilang menjadi momen istimewa bisa jalan-jalan sampai Surabaya.

Kemudian perkenalan berlanjut ke bagian belakang (yang berdiri) : ada Yovandra (Ilmu perpustakaan 2014), Aris Safitri (IESP 2015), Listiawati (Hukum 2014), Indri Zulkarnain (S. Inggris 2015), Widi Hancoyo (T. Elektro 2014), Husnul Maskarima F (T. Elektro 2014) dan Satu-satunya anggota paling muda yaitu Tiffany DL (Biologi 2016). Aku dan Husnul tahun lalu ikut Latgab 4 Perti Unair, untuk Listiawati (KDR 11.046-2017) dan Widi juga pernah mengikuti Latgab sebelumnya (Undip,2015). Untuk angkatan 2015 dan 2016 seluruhnya belum pernah mengikuti sama sekali alias (Pengalaman baru).

Iya mumpung masih berkesempatan untuk ikut aku tidak melewatkannya karena cerita akan masih berlanjut masa mendatang. Mereka semua (termasuk aku) harus mengenal dekat minimal satu teman baru sebagai tanda bukti kunjungan ke Surabaya tidak ada kata yang merasa rugi.

Sudah menjadi cita-cita ku untuk datang ke Surabaya dalam rangka kegiatan bersama tersebut. Setelahnya juga ingin mengunjungi kota Yogyakarta tepatnya di Universitas Gajah Mada sekaligus melengkapi pengalamanku selama satu putaran kegiatan bersama 4 perguruan tinggi. Intinya kalau ingin melakukan sesuatu harus ada cinta dan cita-cita agar lebih semangat untuk mewujudkan keinginan itu semua. Jadi, yang aku harus lakukan sekarang adalah melakukan yang bisa dilakukan dengan senang hati.

Oh iya aku ingin memberi tahu kalian tentang sesuatu yang unik dan boleh jadi sangat berkesan (mungkin, tidak bagi kalian). Jadi, dulu (Th. 2016) ketika aku datang ke Surabaya (Unair) adalah pengalaman pertamaku dengan menggunakan transportasi kereta api, sebelumnya aku dan teman-teman itu mengendarai sebuah motor. Aku baru menyadari kalau naik kereta api itu lebih nyaman dari pada naik bis atau kendaraan pribadi untuk perjalanan jauh. Terlebih juga waktu tempuhnya lebih singkat (paling cepat iya pesawat terbang). Nah,, kali ini adalah temanku yang baru pertama kali naik kereta api yaitu Aris Safitri dan Listiawati. Dan sepertinya mereka merasa sedikit mabuk perjalanan. Kalau dulu aku sangat senang sekali dan beda sekali dengan mereka berdua. Mungkin, karena mereka adalah seorang perempuan.

Aku cukupkan mencatatku untuk bagian ini ya,  kalau sudah bosan aku percaya kepada kalian tentang perasaan yang sebenarnya. Jadi, terima kasih sudah menyempatkan untuk membaca beberapa huruf dari catatan ini yang sangat membosankan.

Abdul Jalil

Semua tentang ku dan Haruna

https://abduljalil.my.id/

Tinggalkan Balasan