Kameramen Juga Butuh di Dokumentasikan

_MG_1605
Foto Pribadi : Abdul Jalil (Undip) dan Keluarga Kecil (Calon Penerima Beasiswa)  Bidikmisi

Sebenarnya aku bukan seorang yang sedang bertugas. Hanya saja aku seorang yang di butuhkan untuk urusan yang lain. Dari judul sudah dapat di mengerti dengan mudah oleh banyak orang. Dengan begitu aku tidak perlu menjelaskan lagi mengapa bisa ada momen seperti ini.

Sebelum pulang ke kampung halaman, aku dan mas Arifin jalan-jalan sembari menjalankan tugas dari Universitas. Pada waktu tepatnya bulan Ramadhan kalo tidak salah aku mengingatnya  19 Juli 2014 foto itu di ambil dari kediaman salah satu penerima bidikmisi tahun 2014. Atka Kurnia Sari itulah nama yang aku kenal. Dia mahasiswa fakultas kesehatan masyarakat [FKM]. Untuk nama tempatnya juga aku lupa. Entah apa yang aku pikirkan pada waktu itu. Memang hanya sedikit hal yang bisa aku ingat. Mungkin karena si calon penerima bidikmisi memiliki paras wajah yang cantik, jadinya duniaku sempat teralihkan olehnya.

Aku tentu menyadarinya kalo gadis desa itu jauh terlihat lebih cantik daripada gadis kota. Karena kesederhanaannya itu yang menjadikan lebih menghargai keadaan. Selagi ada yang cantik ya boleh saja aku menumpang untuk berfoto dengan keluarga kecil yang berbahagia itu. Apalagi dia adalah anak tunggal. Jadi lebih istimewa saja apa yang orang tua punya. Mungkin saja ingin mempunyai anak lagi namun dengan keadaan ekonomi yang biasa saja. Jadinya cukup dengan satu anak saja.

Aku tidak bisa berkata banyak. Karena aku hanya seorang kameramen biasa saja. Ya cukup satu foto itu sebagai bukti aku pernah jalan-jalan dan ketemu dengan salah satu keluarga bahagia. Sebenarnya masih ada banyak foto yang aku miliki. Namun, aku memilih foto itu karena dia [adik calon penerima beasiswa] sudah mengalihkan duniaku sejenak.

Sekarang, saat aku membuat catatan ini. Dia sudah menyelesaikan semester ke empatnya. Ya semoga amanah bidikmisi bisa menjadi berkah bagi keluarga kecil yang bahagia itu. Kalau aku cukup dilupakan saja. Karena aku tidak penting untuk di ingat oleh keluarga itu

About Abdul Jalil

Semua tentang ku dan Haruna

View all posts by Abdul Jalil →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *