Karnaval Desa Kaliayu

Sekolah dan Kuliah

IMG_1290 [CH]

Foto 1 : Pemberangkatan

Kaliayu (19/08/2017) – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-72 sungguh luar biasa pengalaman yang aku dapat. Pertama kalinya aku mengikuti kegiatan karnaval yang melibatkan seluruh komponen masyarakat desa Kaliayu. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa semua berkumpul dalam satu rombongan, mewakili setiap RT yang ada tentu melibatkan banyak orang. Bisa dibilang ada hari libur untuk seluruh masyarakat, bahkan anak sekolah juga meminta ijin untuk tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar disekolah. Kalau sudah tradisi selama masyarakat menyukainya dan tidak menyimpang dengan norma kehidupan tidak masalah jika itu dilakukan.

Foto yang aku ikut sertakan ke dalam catatan kali ini tidak begitu banyak, cukup sebagai wakil dari apa yang sudah aku lihat selama berkarnaval. Bisa dilihat sendiri, jika tidak puas aku masih menyimpan seluruh dokumentasi kegiatan karnaval dan tersimpan aman di penyimpan awan milik Google.

Kegiatan pagi hari yang sudah sangat sibuk untuk mempersiapkan rombongan mulai dari barisan pertama yang diisi oleh anak-anak SD membawa bendera Merah Putih, foto Presiden dan Wakil Presiden dan  Lambang Garuda Pancasila (meskipun tidak begitu terlihat). Pemberangkatan rombongan dimulai dari pasar Trowong menuju ke pinggiran desa (pernah sampai ke desa sebelah karena memang keadaan jalan utama berbatasan dengan dua desa) intinya melewati jalan desa. Untuk tahun ini jalanan desa sebagian besar sudah dibeton (karena ada anggaran Rp 1 Milyar untuk 1 desa) dana yang sangat besar demi kesejahteraan masyarakat, jangan sampai uang rakyat sebesar itu disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Jika kalian ingin mengetahui bagaimana keseruannya, bisa melihat sendiri sebagian kecil foto dokumentasi yang sudah aku masukan ke dalam catatan.

IMG_1316 [CH]

Foto 2 : Pak RT III Desa Kaliayu

Senyumnya beliau terasa ringan sekali yang telah disambut oleh mentari pagi. Rombongan dari RT III ada di belakangnya beliau. Di atas gerobak hias telah tersusun rapi seperangkat pengeras suara untuk meramaikan suasana dipagi hari. 

Foto di bawah ini ada rombongan anak-anak SD yang berpenampilan sebagai pemain marching band, melihat 3 mayoret yang di depan mungkin seperti melihat bidadari tak bersayap. 

IMG_1321 [CH]

Foto 3 : Marching Band SDN 1 Kaliayu

Mereka membawakan lagu-lagu yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Berkat latihan yang rutin dan teratur hasilnya tidak buruk untuk mereka yang masih usia anak SD. Tidak kalah sama anak-anak SD lainnya.

IMG_1339 [CH]

Foto 4 : Ini Yang Aku Suka “ Kreatif ”

Mbak-mbak cantik ini benar-benar seperti model profesional, dan yang aku suka dari keduanya itu menampilkan gaun yang terbuat dari kertas koran. Hasilnya sangat manis sekali apalagi ditambah dengan senyum dari mbaknya. Kalau saja aku tidak mencintai Haruna, mungkin aku akan jatuh cinta ke mbaknya saja. Hahahaha…..

Aku sendiri tidak sempat untuk bertanya siapa nama mbaknya, sudah nikah belum. Hhmmm… sepertinya mbaknya masih lajang dan mungkin sudah ada yang menaksir. Ahhh.. lupakan saja aku sendiri masih berjuang untuk mempertahankan cintanya Haruna. Aku sendiri bisa dibilang setia dan bodoh ya beda tipis. 😊

Nah.. kalau yang di bawah ini pasti sudah menikah. Senyum dari keduanya terlihat romantis sekali. Jangan-jangan beliau pasangan suami istri. Iya lihat saja sendiri foto di bawah ini.

IMG_1369 [CH]

Foto 5 : Mungkin Pasangan Suami Istri

Dengan membawa bendera merah putih ditambah senyum yang manis, siapa yang tidak senang melihat keduanya ? yang tidak suka mungkin hatinya sedang kosong karena tidak ada hiburan. Tidak akan sia-sia foto mereka berdua masuk ke dalam catatanku, karena mereka akan abadi di dalam catatanku. Aku tidak akan melupakan senyumnya.

IMG_1375 [CH]

Foto 6 : Ibu-ibu

Mereka dimasa muda aku rasa telah menjadi seorang yang diidolakan oleh masing-masing orang. Terlihat jelas bagiku mereka terlihat menarik meskipun usia tidak lagi muda. Ya semoga saja tetap setia pada pasangan masing-masing.

Aku juga melihat penghayatan yang tidak kalah menarik yaitu seorang jendral polisi duduk berdampingan dengan suster rumah sakit di dalam sebuah becak. Mungkin, kalian ingin akan mengatakan sesuatu terlebih dahulu sebelum aku ?

Aku ingin mengatakan mereka berdua itu sangat istimewa, bahkan aku sendiri yang melihatnya secara langsung tidak bisa mengatakan hal-hal lain lagi selain rasa istimewa. Mungkin mereka bercita-cita untuk menjadi seseorang di masa mendatang.

IMG_1391 [CH]

Foto 7 : Jendral Polisi dan Suster

Bagiku suatu pemandangan yang langka untuk acara serupa mengingat tidak semua anak-anak di jamanku dulu bisa mengenakan seragam yang mereka pakai. Dulu aku hampir saja mengenakan pakaian yang sama hanya saja tidak pernah terwujud hingga saat ini.

Lucu menjadi kata yang ingin aku tuliskan di catatan ini mengingat mereka masih usia anak-anak. Dan kata romantis akan sangat cocok ketika keduanya dipertemukan kembali di suatu kesempatan yang luar biasa. Akankah keduanya akan dipertemukan dengan pakaian dinas yang sama di usia dewasa nanti , semoga saja aku masih dapat melihatnya kembali 😊

IMG_1679 [CH]

Foto 8 : Ibu-ibu Fatayat Kaliayu

Rombongan ibu-ibu Fatayat di atas mobil pick up terlihat keren juga kalau difoto. Tapi mereka adalah bapak-bapak yang sedang menyamar menjadi ibu-ibu. Entah siapa yang memulai ide tersebut aku akui berani juga memparodikan penampilan dari ibu-ibu Fatayat. Siapa pun yang melihatnya hanya ada senyum dan tawa ditambah dengan nyanyian khas ibu-ibu (aku belum tahu judul lagunya). Hanya rombongan bapak-bapak tersebut dalam berpenampilan aku kategorikan yang paling kocak. Ya semoga istri masing-masing tetap setia walaupun kelakuan bapak-bapak di luar skenario. 😊

Kalau momen di bawah ini foto aku dan teman-teman. Di dalam hatiku ada rasa geregetan dengan teman-temanku sendiri, mereka seperti tidak ada yang sedang menunggu padahal acara sudah dimulai dan banyak orang yang mencarinya. Karena aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi terlalu banyak (sebenarnya sudah) aku memutuskan untuk meninggalkan teman-teman yang masih sibuk dandan di posko. Aku memang sangat benci meninggalkan teman-temanku, tapi harus aku lakukan demi kebaikan mereka sendiri (untung bukan diwilayah perang).

Aku bertemu dengan teman-teman ketika sudah sampai di pertigaan pasar Trowong yang menuju ke desa Kalirandugede. Ya ingin bagaimana lagi teman-temanku memang terbiasa menyepelekan waktu dan kondisi, sekalipun mereka semua membantahnya aku tetap mengingatnya dengan baik.

Aku senyum saja melihat  mereka yang sebenarnya kalau dinilai oleh masyarakat sendiri termasuk yang kurang baik. Walau bagaimanapun mereka tetap teman-temanku, aku tidak akan memperburuk keadaan yang sudah terjadi dan biar menjadi pengalaman yang sangat berharga untukku dan orang-orang sekitar. Pokoknya sampai acara selesai aku akan tetap pada pendirianku dan mungkin aku akan lebih banyak waktu untuk beristirahat.

Foto 9 : Bertemu Kembali Dengan Teman-teman

Yang ku lihat hanya mereka saja dan masih ada dua teman lagi yang entah ada dimana. Aku melakukan tugas sesuai dengan kemampuanku dan mendampingi ketua panitia (Mas Dwi Ganjar) ya mungkin yang menemani adalah kepala desa atau yang lain, berhubung ada mahasiswa KKN jadinya tentu kami yang harus menemani. Tentu bukan tanpa alasan mengapa harus terjadi, mengingat kami jarang terlihat di masyarakat dan sekitarnya kalau ada mahasiswa KKN di desa Kaliayu.

Intinya ya jalani dan senyum selagi masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri ketika sedang banyak permasalahan di desa. Lagian aku juga sangat senang melihat kenyataan hidup ditengah-tengah masyarakat yang beraneka ragam.

Oh iya perjalanan karnaval masih panjang dan banyak sekali catatan yang harus aku buat sebelum sibuk dengan urusan lain. Aku masih ada catatan mengenai anak-anak dan penampilan yang istimewa di karnaval tahun ini. Kalau dilihat baik-baik akan terkesan mendalam dan menarik untuk dibicarakan. Bagiku cukup menjadi catatan sederhana yang lumayan untuk sebagai bahan bacaan di masa mendatang.

Kalau kalian memperhatikan foto 10 (3 kata apa yang cocok) untuk menggambarkan momen tersebut. Aku harap kalian memikirkan sejenak meskipun tidak bermanfaat sama sekali (mungkin). Kalau di awal-awal catatan kalian sudah melihat momen di foto 7. Kali ini ada momen 2 perwira tinggi angkatan laut (Laksamana Laut) dan seorang perempuan yang sedang duduk di satu tempat (aku menyebutnya becak motor). Aku belum tahu 3 kata yang cocok untuk menggambarkan tentang mereka bertiga. Di samping becak motor juga ada seorang anak kecil dan bapaknya mengendarai sepeda motor, aku melihat anak kecil tersebut memakai seragam perwira angkatan udara. Anaknya yang memakai seragam tapi malah bapaknya yang memakai topi, mungkin anaknya tidak suka memakai topi atau juga yang lain aku belum mengetahuinya secara pasti.

Aku merasa senang kalau anak-anak memakai seragam tentara atau sebagainya, aku berpikir jalan tersebut yang mungkin adalah bagian dari cita-citanya kelak dimasa depan nanti. Melihat dua perwira kecil yang sedang mengapit seorang putri kecil aku jadi teringat sesuatu tentang sebuah film Holiwood (aku belum ingat lagi judul filmnya). Mungkin keduanya masih satu saudara kandung atau kembar identik ?

IMG_1582 [CH]

Foto 10 : Laksamana Laut Dan Putri Ayu

Bisa dibilang mungkin ada cinta segitiga diantara mereka. Yang paling aku suka dari mereka itu adalah ekspresi ketika secara diam-diam di foto. Bagaimana aku mengungkapkannya ya ? yang pasti sangat menarik (jika paham).

Mungkin, 3 kata yang cocok untuk mereka dari aku sendiri adalah “xxx”. Giliran kalian yang merasa sempat untuk memikirkan 3 kata yang cocok untuk mereka tidak perlu aku tahu cukup kalian simpan baik-baik di ingatan masing-masing yang memikirkannya.

IMG_1649 [CH]

Foto 11 : Masa SMA

Di karnaval tahun ini aku juga bertemu dengan kelompok anak SMA (beberapa tahun yang lalu), ku pikir kok masih muat saja seragam yang dipakai (aku yakin itu milik anaknya) atau sengaja menyimpan masa lalunya ? aku juga tidak tahu.

Tetap cantik walaupun usianya tidak lagi muda. Seakan-akan aku diajak untuk kembali melihat masa lalu ku ketika memakai seragam SMA. Itu bukan ide yang buruk untuk rombongan ibu-ibu masa kini.

IMG_1663 [CH]

Foto 12 : Bapak dan Para Model Cantik.

Ini yang bisa bikin yang lain merasa iri, bapak satu ini ditemani oleh perempuan-perempuan cantik. Entah kata “ditemani” atau “kebetulan” ditemani oleh mereka aku sendiri juga tidak tahu. Spontan saja dalam mengabadikan momen tersebut.

IMG_1669 [CH]

Foto 13 : Pendekar Toya Sakti

Kalau momen yang satu ini kok terlihat sangar ya ? antara seram dan mengejutkan. Mungkin bagi sebagian orang penampilan tersebut biasa saja dan tidak ada yang salah. Kalau menurutku ada yang kurang tepat jika melihat dari sisi aturan yang baku mengenai bendera setangan leher (mohon di ralat kalau aku salah ketik) atau biasa dikenal dengan hansduk Gerakan Pramuka. Jika ibu-ibu mengetahui aturan mengenai hansduk hanya boleh dipakai ketika berseragam pramuka tidak akan terjadi yang seperti itu, mungkin ibu-ibu hanya memandang sisi keren dan gaulnya saja belum melihat ada salah seorang yang benar-benar mengetahui tentang aturan. Aku tidak mempermasalahkannya lebih lanjut semoga saja masih ada kesempatan untuk mengingatkan kembali. Aku mengetahui itu kurang tepat karena aku sendiri adalah seorang anggota pramuka aktif.

IMG_1691 [CH]

Foto 14 : Rombongan RT 04

Kalau tidak salah ada bapak yang di bagian awal sudah menjadi bagian dari catatanku. Ternyata bapaknya adalah rombongan dari RT 04 tidak salah lagi (kalau masih salah ya sudah). Aku melihat momen tersebut luar biasa karena aku sendiri merasakan bagaimana suasana karnaval dengan penampilan berbagai kostum sesuai keinginan dari masing-masing RT. Aku jadi ini di desaku ada kegiatan karnaval, karena aku akui acara tersebut mendekatkan setiap RT yang ada di desa dan juga bisa menjadi alasan untuk meliburkan diri secara serentak (satu desa) karena adanya kegiatan karnaval.

Tentu akan menjadi momen yang berharga mengingat sangat jarang sekali ada kegiatan yang serupa karena pengaruh zaman yang semakin modern. Karnaval juga bisa menjadi ajang promosi desa siapa tahu ada wisatawan yang berkunjung ke desa dan menonton. Aku menyakini perekonomian desa juga akan mengalami peningkatan kalau benar-benar dipikirkan.

Ternyata banyak juga aku mencatat hingga di halaman ini untuk satu judul catatan saja. Aku rasa cukup untuk kegiatan karnavalnya, sebenarnya masih ada banyak sekali momen ketika karnaval desa berlangsung hanya saja waktuku untuk mencatat sangat terbatas dan aku juga akan melanjutkan bagian lain dari catatan ini. Tenang saja, masih satu bagian dengan kegiatan satu hari yang sama. Aku akan melanjutkan catatan setelah kegiatan karnaval desa yaitu ada yang namanya bagi-bagi hadiah dan pentas seni. Ketika aku bertanya kepada seseorang (mas Mustofa) yang mengetahui, memang benar kalau setiap tahun ada kegiatan pentas seni setelah kegiatan karnaval (masih satu paket). Nah, yang selanjutnya ada bagi-bagi hadiah dulu.

IMG_1809 [CH]

Foto 15 : Bunda Ulfa Menerima Hadiah

Untuk hadiah yang pertama ada pembagian untuk yang telah memenangkan lomba sendok kelereng. Bisa aku jelaskan mengapa bunda Ulfa yang menerima hadiah tersebut. Jadi, ceritanya salah seorang pemenang lomba belum berkesempatan hadir di acara bagi-bagi hadiah pada akhirnya bunda ulfa yang menggantikan sebagai simbol telah menerima hadiah, lagian nantinya hadiah akan diserahkan ke anak yang telah memenangkan lomba. Khusus lomba sendok kelereng memang untuk anak-anak, untuk orang dewasa sendiri sudah ada jatahnya masing-masing.

IMG_1825 [CH]

Foto 16 : Pemenang Lomba Sepada Hias

Untuk yang kedua ada pembagian hadiah untuk lomba sepeda hias. Kali ini yang datang lengkap jadi tidak perlu ada pengganti untuk menerima hadiah sebagai simbol. Melihat anak-anak menerima hadiah aku jadi ikutan senang, hadiahnya memang isinya sebuah buku bagiku memang kurang bermanfaat tapi bagi mereka itu adalah sebuah kebanggaan dan kehormatan. Entah rasa apa yang ingin diungkapkan, yang pasti mereka sangat senang menerima hadiah tersebut. 

IMG_1845 [CH]

Foto 17 : Pemenang Lomba Tenis Meja

Kali ini ada pemenang lomba tenis meja. Untuk lomba ini memang yang main adalah bapak-bapak desa, ada banyak lomba yang dipertandingkan tapi cukup lomba tenis meja yang aku masukan ke dalam catatan. 

Aku yang di foto bukan termasuk pemenang ya, karena yang bersangkutan tidak hadir untuk menerima hadiah. Padahal aku dulu ingin sekali daftar lomba bulu tangkis, hanya saja aku telat daftar.

Walaupun tidak ikut lomba ya hasil dokumentasiku tetap ada ya seperti foto di bawah ini .  

IMG_1863 [CH]

Foto 18 : Akhirnya Foto Bersama

Ini tidak tahu foto dalam rangka apa, yang penting foto-foto biar ada kesan. Senyum saja siapa tahu ada yang suka. Setelah foto itu acara bagi-bagi hadiah lomba telah selesai, untuk selanjutnya ada acara pentas seni. Kalau orang sana bilang pentas seni “Barongan”, ya memang tidak jauh beda dengan kebanyakan orang bilang.

Ada banyak penampilan dalam satu acara, tapi yang aku masukkan ke dalam catatan hanya waktu penampilan penari-penari yang paling keren. Aku sebenarnya melihat penampilan sesi 1 hingga 3, setelah itu aku beristirahat tiduran di dalam balai desa tepatnya tidur di kursi. Karena aku tidak menemukan tempat yang cukup lapang untuk tiduran.  

Untuk momen di bawah ini aku sendiri tidak melihatnya secara langsung. Sebagai gantinya aku hanya ingin berkomentar semampuku saja. Menurutku penampilan sesi akhir keren-keren semua beda dengan sesi awal. Benar-benar totalitas dalam menampilkan pentas seni, ya tidak sia-sia mendatangkan dari sanggar seni.  

IMG_2041 [CH]

Foto 19 : Bagiku Itu Keren

Yang tampil ada bapak-bapak berpenampilan seperti foto 19 (aku belum bisa mengungkapkannya dengan kata-kata), aku memang tidak pandai berkata-kata kalau sudah berurusan dengan karya seni. Mungkin aku perlu banyak belajar lagi mengenai karya seni bukan untuk dinilai melainkan untuk dinikmati oleh siapa pun.

Kalau penampilan di bawah ini kalian pasti sudah bisa melihat sendiri, cantik kan ? tapi aku tidak akan banyak bercerita kok. Lama-lama juga malas duduk di depan komputer, aku sangat butuh teman untuk berpetualang. hehehehe

IMG_2097 [CH]

Foto 20 : Anak-anak Sedang Melihat Penari

Tapi kalau dilihat-lihat lagi anak-anak desa Kaliayu begitu antusias untuk melihat penari yang sedang tampil. Pada waktu itu aku sendiri masih tertidur di ruang utama kantor balai desa (karena lelah), lebih baik aku gunakan untuk tidur karena malam hari masih ada kegiatan pengajian.

Seperti yang sudah aku sampaikan di paragraf sebelumnya, malam ini di desa Kaliayu sedang menyelenggarakan pengajian. Sebagai salah satu tamu di desa ya aku meluangkan waktu untuk mengikuti acara tersebut. Pagi-sore hari acara untuk semua kalangan dan malam hari untuk orang-orang dewasa (hampir tidak aku temui anak-anak desa) mungkin karena sudah kelelahan.

IMG_2322 [CH]

Foto 21 : Fokus Dengerin Pak Kyai

IMG_2301 [CH]

Foto 22 : Warga Desa Kaliayu

Ternyata ada satu bocah kecil yang duduk di depan seperti sesepuh (padahal di sebelahnya ada bapaknya), istimewa sekali kau 😊

IMG_2333 [CH]

Foto 23 : Ibu-ibu Juga Hadir

Selain bapak-bapak yang duduk dikursi yang telah disediakan, ada juga barisan mak-mak yang antusias duduk beralaskan tikar (disebelah kanan panggung utama), sisanya ada di tepian jalan raya. Jika kalian bertanya kepadaku mana diriku (tentu kalian akan kesusahan) dibutuhkan kemampuan mata khusus agar bisa menemukanku. Hehehe 😊

IMG_2336 [CH]

Foto 24 : Penyanyi+MC

Dan yang terakhir aku seperti melihat Haruna (jika yang pernah mendengar ceritaku insyaAllah paham). Ya lebih dari 6 jam aku membuat catatan ini, semoga saja tidak menjadi sesuatu yang sia-sia untuk dibaca kembali. Terima kasih 😊

Abdul Jalil

Semua tentang ku dan Haruna

https://abduljalil.my.id/

Tinggalkan Balasan