Kebahagiaanku Bersama Izzatin Naili, Lama Tak Bertemu Dengannya

izzatin naili rohmah

Update Terakhir: 14 Juli 2022 Oleh Abdul Jalil

Semarang, 26 September 2017 – Pagi ini aku masih mengikuti perkuliahan bersama teman-teman lainnya. Menyedihkan memang jika harus mengulang mata kuliah yang sama. Meskipun begitu kebahagiaanku bersama Izzatin akan segera tiba.

Terhitung lebih dari 3 tahun tidak pernah berjumpa, saling berkabar lewat SMS, BBM, dan WhatsApp. Sempat dulu pulang bareng tapi Izzatin tidak menyadari kalau itu aku. Motor masih minjem mana mungkin dia aku. Hehehe

Aku bingung ingin ngasih hadiah apa ke Izzatin. Karena hari ini dia wisuda sebagai seorang sarjana. Aku ini tipe orang yang payah kalo soal kado. Tapi aku harus ngasih dong meskipun tidak atau kadonya akan dibuang atau buat pajangan di kamar.

Setelah kuliahku selesai, aku langsung pulang dan buka laptop dan nyari ide untuk bikin kado. Setelah sekian lama akhirnya nemu ide kado. Untuk kadonya ambil ide videonya bang Raef saja dan aku pasang di frame foto. Semoga Izzatin suka. Hehehe

Dapat kabar acara wisudanya selesai sekitar jam 12, aku masih memiliki waktu sebentar untuk menyelesaikan bikin dan bungkus kado. Pokoknya seadanya saja aku bikinnya, pasrah total. Hehehe

Perjalanan dari kampus Undip Tembalang ke Unnes Sekarang akan memakan waktu lebih dari 30 menit kalau lewat jalan biasa (jalur Jatingaleh). Tapi aku bersama teman memutuskan untuk lewat jalan pintas yang jalannya sangat ekstrim.

Demi seseorang yang istimewa aku harus berani lewat jalur ekstrim agar waktu tempuh tidak terlalu lama. Lagian jam 1 nanti aku juga masih ada kuliah terakhir di hari Selasa.

Perasaanku sangat senang sekali, karena sudah lama sekali aku menantikan bisa bertemu dengan Izzatin. Karena sudah berjanji pas Izzatin wisuda aku akan menyempatkan hadir meskipun hanya sebentar saja.

Baca juga:

Selamat Untuk Izzatin, Kangenku Sudah Terobati

Kebahagiaanku bersama izzatin naili rohmah
Akhirnya Bisa Bertemu Dengannya

Aku tau Izzatin tuh kalau dibilangin cantik tidak terima, terkesan menolak atau tidak mengakui. Pokoknya di catatanku ini Izzatin wanita tercantik yang ada di sampingku ini. Kalau Izzatin baca catatan ini mungkin bakal ngomel-ngomel dan minta hapus. Wkwkwk

Gak bakal tak turutin deh. . .

Waktuku tidak banyak saat bersamanya, karena Izzatin harus kembali ke orang tuanya. Kurang lebih pertemuanku hanya 8 menit saja. Meskipun begitu sudah cukup senang rasa kangenku bisa terobati.

Aku dan Izzatin tidak pernah jadian. Hati tidak bisa berbohong kalau aku sayang sama Izzatin. Sejak jaman kelas 10 SMA sudah muncul perasaan itu, hanya saja aku selalu kalah saing sama cowok di meja sebelah.

Hanya jadi “Pemuja Rahasia” deh. Hehehe

Pesan untuk Izzatin, wanita tercantik yang baru saja aku temui hari ini:

Aku tak ingin memaksamu untuk menyayangiku dengan setulus hatimu, tapi ijinkan aku untuk selalu berdoa untuk kebahagiaanmu. Aku sayang padamu!

– Hiroeshy Nakata VIII

Setelah memberikan ucapan selamat dan foto-foto. Aku dan temanku berpamitan, karena aku tidak ingin datang terlambat di perkuliahan siang ini.

Terima kasih untuk hari ini. Kebahagiaanku bersama Izzatin akan menjadi catatan indah satu hari ini. Sekian dari ku sampai jumpa lain waktu.

Catatan Akhir Kuliah #3

Artikel ini pertama terbit pada tanggal 16 Maret 2018 22:30

Salam Dariku,

TTD Abdul Jalil

About Abdul Jalil

Writing every day for happiness with Haruna

View all posts by Abdul Jalil →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.