Masih Mengingatmu

Catatanku

Dalam kesempatan yang baik ini. Aku mencoba untuk mencatat tentang sesuatu yang masih menjadi bagian dari kehidupan ini. Dan sengaja aku hidup dengan perasaan seperti ini entah siapa yang memulai ini. Namun aku yakin masih mengingatmu.

Entah apa yang akan terjadi dengan keadaanku di masa sekarang yang masih mengingatmu. Aku tidak ingin lagi butakan dengan rasa kangen seperti yang pernah kau bilang kepadaku. Tidak bisa aku melupakan yang sudah ada di masa lalu karenamu. Aku menyakini kau masih bahagia dengan nama lain. menyimpan rasa kangenku ingin bertemu denganmu walau hanya dalam mimpi itu cukup bagiku.

Padahal dalam hatiku ingin sekali ingin mencintai yang lain. Seorang yang benar menjadi keluarga baru bagiku di masa depan nanti. Tapi aku belum mampu untuk mengikhlaskanmu dalam arti yang sempit. Setelah kedua orang tuaku kau adalah orang yang akan  ku cintai. Namun kenyataannya aku kalah dengan nama lain dan pada akhirnya kau disakiti olehnya juga. Aku ingin menjadi laki-laki yang sabar untukmu ayah terbaik untuk anak-anak kita dan menjadi imam yang bijaksana untuk keluarga kita nanti jika memang di pertemukan dalam ikatan suci.

Sempat terpikir olehku mencari penggantimu karena mungkin kau telah pergi dengan yang lain, bahagia juga tanpa kehadiranku. Bahkan aku belum mengerti mengapa kau mengatakan hal demikian ketika aku merasa terbebani oleh satu pesan singkat yang hingga kini belum  kau tebus agar aku dapat kembali manusia yang normal.

Saat ini memang aku bukan laki-laki yang baik bagimu dan lainnya. Tanggung jawab mengurus diri sendiri saja aku belum sehebat yang lain. apalagi bertanggung jawab kepada kedua orang tuamu ? sungguh aku akan merasa malu pada diriku sendiri jika itu masih saja terjadi.

Apakah aku salah mengatakan jika kau adalah sosok yang tidak tergantikan dengan nama lain ? aku belum bisa mengatakan dengan nada rendah seperti yang kau impikan.  Aku menyadari setelah kau memutuskan untuk berpisah dengan kekasihmu dulu jika memang kau adalah perempuan yang mampu membuat aku merasa jatuh cinta. Cinta seperti yang pernah kau bilang kepadaku adalah fitrah. Kita memang tidak bisa memaksakan cinta dengan kehendak masing-masing. Namun dalam artiku cinta adalah bagian dari kehidupan suci atau bisa dibilang sesuatu yang pasti dapat kita rasakan.

Dahulu memang aku adalah seorang yang terlambat dalam mengartikan sikap ketika kau jatuh hati kepadaku. Karena aku bukanlah seorang yang peka terhadap wanita. Aku belajar banyak dari orang lain tentang sinyal cinta seorang wanita. Apalagi anak desa sepertiku bisa lihat yang cantik saja sudah senang apalagi dapat meminangnya. Bagiku itu adalah kebahagiaan yang berlipat ganda.

Kita sudah dewasa akhir-akhir ini. Sebagai laki-laki yang diciptakan untuk mencintai seseorang,  aku tidak dapat berbuat banyak selain melaksanakannya. Jika kau memang bukan cinta yang ada untuk keluarga baru, aku hanya berharap kepada kau dalam keadaan baik disetiap detik nada yang pernah ada dalam mengisi kekosongan hati ketika aku masih mengingatmu.

Untuk kau seorang wanita aku masih mengingatmu, dalam keadaan sadar maupun sudah lagi telah tiada dalam cerita.

Abdul Jalil

Semua tentang ku dan Haruna

https://abduljalil.my.id/

Tinggalkan Balasan