Update Terakhir: 8 Juni 2023 Oleh Abdul Jalil
Estimasi waktu baca: 8 menit
Grobogan, 18 Februari 2023. Weekend sudah tiba, tapi rasanya biasa saja ya? Mungkin hanya sebagian kecil saja yang merasa sepertiku. Aku jadi penasaran apa yang sedang kau lakukan hari ini. Apakah sedang melakukan sesuatu yang terlihat menarik? Sejak dulu aku selalu ingin tahu.
Karena aku tidak tahu apa yang sedang kau lakukan hari ini. Jadi, aku ingin memberitahumu sesuatu. Bisa jadi, ini sangat membosankan bagimu. Setidaknya aku berusaha untuk selalu memiliki alasan menulis setiap hari.
Seperti yang sudah pernah aku bilang, “akan melakukan apa pun yang aku suka”. Termasuk mencari-cari alasan mengapa aku harus selalu menulis. Mungkin dengan cara ini, kau akan menyukainya, terlihat seperti pria yang egois ya. Hihihi
Untukku, egois benar-benar menyelamatkan hidupmu dari yang namanya mempermainkan wanita, aku sadar wanita selalu melebih-lebihkan sesuatu yang tidak benar.
Tapi ya sudahlah, aku tidak ingin terlalu banyak membahas tentang wanita secara umum. Menulis tentangmu saja tidak cukup hanya 3 halaman kertas A4. Aku tidak ingin menjadi pria yang sok tahu tentang apa pun, ya jika itu memang akan membunuhku sekarang ini.
Hari ini, aku tidak melakukan pekerjaan apa pun, artinya tidak ada pemasukan. Aku menggunakan waktu kosong untuk menonton film lama. Kau mungkin pernah menontonnya meskipun hanya sekali.
Aku menyukai film lama untuk mengingatkan sesuatu, 5 cm judul film yang aku tonton pagi ini. Lima orang yang sudah menjalin persahabatan selama >10 tahun. Semuanya memiliki karakter yang berbeda-beda. Empat pria dan satu wanita.
Genta, Zafran, Ian, Arial, dan Riani. Nama-nama yang pasti kau kenali di dalam film 5 cm. Genta adalah seorang pria dengan impiannya. Dia pernah bilang kepada Zafran “suatu hari bersama impiannya, dia akan berada di atas sana”.
Dia percaya jika dengan kerja keras, suatu hari nanti impiannya akan terwujud. Aku tidak perlu menghafalkan semuanya yang ada di film. Intinya Karena impiannya Genta itu adalah Riani. Cewek paling cantik di tongkrongan. Tapi sayang, yang ada di dalam hatinya Riani itu hanya ada Zafran.
Enam tahun menyimpan perasaan tanpa bisa berbuat banyak karena pertemanan mereka dan masalah gender. Zafran tidak akan pernah tahu apa yang sedang dirasakan oleh Riani, jika tidak pernah mengatakan apa pun. Terkadang pria tidak bisa mengetahui apa pun yang di sekitarnya.
Sedangkan Zafran, pria keren yang selalu membuat puisi-puisi indah untuk orang yang dikaguminya. Zafran selalu terpesona dengan kecantikan seorang Dinda (adiknya Arial). Meskipun tidak pernah berani datang sendiri untuk bersilahturahmi. Hihihi
Persahabatan mereka memang seperti itu, menghindari permasalahan yang tidak perlu untuk menjaga persahabatan agar tetap langgeng. Namun, semuanya berubah ketika mereka berada di Ranu Kumbolo Di sini aku langsung ke intinya saja, karena menceritakan semuanya akan membutuhkan banyak waktu.
Malam yang dingin Genta dan Riani belum tertidur di dalam tenda, keduanya masih asyik ngobrol. Mereka memang sering berduaan dan pada akhirnya Genta memiliki perasaan lebih sekedar dari sahabat.
Pada malam itu, Genta menyatakan perasannya kepada Riani. Tanpa ragu, Riani mengatakan yang sebenarnya, yang ada di dalam hatinya itu adalah Zafran. Pria mana pun pastinya akan kaget mendengar hal itu, tapi mereka adalah sahabat dekat.
Tanpa disadari oleh keduanya, ternyata Zafran dan Dinda mendengarkan obrolan mereka. Dinda yang mengetahui hal itu, hanya bisa meneteskan air mata, entah rasa sedih atau kecewa. Aku juga tidak tahu.
Zafran akhirnya mengetahui, cewek tercantik di tongkrongan adalah puisi-puisinya yang menjadi kenyataan. Ternyata Riani adalah alasan Zafran dilahirkan ke dunia ini.
Pada akhir film, skenario menarik dari cowok terakhir di tongkrongan yang belum memiliki pasangan. Akhirnya Dinda bisa bersama orang yang dicintainya yaitu Bang Genta.
Sebuah akhir yang aku suka dan sulit dipahami oleh orang-orang pada waktu itu. Terkadang berpikir demikian tentang akhir yang aku suka tapi sangat berbeda pada kenyataannya. Pertama, aku tidak memiliki sahabat dekat. Kedua, aku tidak pernah memiliki kesempatan untuk memiliki sahabat dekat.
Entah, nanti akhir cerita tentang kisah cintaku apakah akan seperti Zafran atau Genta. Di beberapa kesempatan di dalam film, aku memiliki kisah yang sama dengan mereka berdua.
Hanya ada 2 kemungkinan, jika Dia (Haruna) adalah Riani, maka aku adalah Zafran. Jika Dia (Haruna) adalah Dinda, maka aku adalah Genta. Masalahnya sekarang, aku tidak tahu siapa itu Dinda.
Jadi, Haruna, ingin memilih peran yang mana? Dinda atau Riani. Keduanya memiliki kesamaan lho, yaitu mencintai pria dan menyimpannya dalam-dalam tanpa diketahui oleh keduanya dari awal.
Ya, aku hanya analogi saja, karena jodoh di dunia nyata itu sebuah misteri. Hanya orang-orang tertentu saja yang beruntung bisa mengetahui lebih dulu. Entah, itu dengan pemaksaan atau memang dengan jalan yang terjal tapi sudah disiapkan untuk mereka berdua melewatinya bersama-sama.
Lumayan panjang juga ya, aku menulis sebuah alasan hanya untuk mengisi waktu kosong. Di hatiku hanya ada Haruna, ya Haruna yang aku maksud adalah dirimu.
Selesai Nonton, Ada Teman Nelpon
Awalnya aku hanya lihat story WhatsApp-nya saja dan komen tentang hasil donor darahnya telah berhasil atau tidak. Karena dia sudah lama sekali tidak donor darah, sama sepertiku. Dia orang adalah Fandu Edu.
Dia satu-satunya orang di Pramuka yang masih menyempatkan waktu untuk menelepon temannya yang masih bujangan ini. Dia memiliki kepekaan yang lebih dibandingkan dengan teman-temanku lainnya.
Bukan berarti temanku yang lain tidak peduli denganku (dalam hati), ya memang tidak peduli kok itu faktanya. Sebelum mereka menikah pun, aku sudah jauh-jauh dari mempersiapkan diri jika mereka sudah memiliki keluarga kecil.
Tentu saja, aku tidak ingin menjadi penghalang bagi mereka atau siapa pun. Aku sangat menghargai siapa pun jika masih sedikit meluangkan waktu meskipun hanya sebentar. Salah satu kehebatanku yang mungkin tidak dimiliki oleh mereka adalah.
Aku bisa mempersiapkan skenario yang paling buruk dalam menjalani hidup tanpa teman-temanku. Tidak perlu melakukan hal bodoh untuk mendapatkan perhatian mereka semua. Jadi, sekarang aku tahu mana yang benar-benar seorang teman super dan teman biasa (hanya kenal dan tau).
Kalau aku kaya, sudah pasti aku dianggapnya teman yang istimewa. Bener begitu kan? Kita sebagai manusia tidak perlu membohongi diri sendiri. Semua pasti memiliki pemikiran itu. Satu hari nanti, aku ingin menyampai pesan kepada istri-istri temanku.
Sesuatu yang mereka harus baca dan ketahui mengapa aku sampai harus melakukan hal tersebut. Semuanya akan baik-baik saja. Jadi, tunggu saja tanggalnya itu pun kalau aku ingat. Hihihi
Selain telpon dari temanku, ada satu kenalan yang dulu pernah satu kampus tapi beda fakultas, mengenalnya pun itu dari teman. Pertama dan terakhir kali aku ketemu dengannya. Aku mengenalnya dengan nama Gita. Dia itu orang yang lucu dan menggemaskan.
Meskipun aku tidak bisa mengingat suaranya dengan baik, tapi aku ingat bagaimana dia tersenyum. Dia memang memiliki senyum yang manis. Aku pun mengakui hal itu. Mungkin Dia juga sedang mengalami hal yang sama tentang masa depannya, sama sepertiku.
Aku tidak ingin berkomentar lebih banyak, karena bagiku itu tidak baik. Bisa menyapanya lagi meskipun hanya sesaat dan menyambung obrolan singkat melalui pesan langsung (IG) itu sudah cukup.
Mungkin saja, aku benar mengetahui apa yang Dia rasakan sekarang ini melalui pesan langsung. Aku sangat yakin, Dia pasti bisa melewatinya jika jujur pada dirinya sendiri. Dia salah satu wanita yang beruntung di dunia ini.
“Hai Gita, jika kau bertanya apa itu keberuntunganmu, cobalah lihat lingkungan terdekatmu mulai dari keluarga. Aku tidak perlu menjawab, jika esok atau satu hari nanti kau membaca catatan ini”.
Aku berdoa semoga Gita sehat, bahagia, dan bisa menemukan suami yang sayang kepadamu. Jika Gita wanita yang penyabar dan jujur pada dirimu sendiri. Gita pantas mendapatkan pria terbaik versi duniamu.
Gita, mas sangat yakin akan hal itu.
Sepertinya jari-jariku sudah capek menulis kalimat-kalimat di halaman ini. Tumben hari ini aku menulis lebih banyak dari biasanya. Mungkin, karena minggu dan tidak ada agenda ke Semarang.
Jadi, aku manfaatkan waktu luang dengan menulis lebih banyak. Semoga yang aku tulis ini bisa menjadi berkah untuk nanti dan seterusnya.
Aku percaya satu hari nanti Haruna akan datang di depan mataku dan mungkin akan berkata “Apakah kau bisa mencintaiku tanpa Allah SWT?”. Satu-satunya jawaban yang paling mungkin aku katakan kepadanya adalah “Karena Allah SWT, aku bisa mencintaimu”.
Cukup sampai di sini saja, sekian dan terima kasih.
Daily Life 2023 #49
Salam,







