Pengalaman Kuliah di Undip Selama 12 Semester

Kenalin namaku (Abdul Jalil) mantan seorang mahasiswa, kali ini aku ingin berbagi pengalaman kuliah di Fisika Undip selama 12 semester. Oh iya sebelum kamu membaca kisah tentang pengalaman ku ini, aku saranin dalam keadaan luang ya.

Karena pengalaman ini aku tulis selengkap dan sedetail mungkin. Kalau beruntung mungkin kamu bisa mendapatkan informasi yang berharga lho. hehehehe

Satu lagi blog ini ada iklannya, jadi jangan sebel ya. Toh kalau iklannya sudah aku setting sedemikian baik agar kamu merasa nyaman membaca kisah pengalaman ku ini.

Jadi, kisah pengalaman ini aku mulai dari sini. Simak dan cermati baik-baik ya ^_^

Awal Mula

Dulu awal kisah kenapa aku bisa kuliah di Undip, ya karena aku daftar. Kalau aku tidak daftar mana mungkin bisa kuliah di Undip. Benar kan kalau logikanya seperti itu?

Aku mendaftar kuliah di Undip melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) pada tahun 2013. Iseng dan acak saja sih pada waktu itu memilih jurusan yang ingin aku masuki. Karena aku ini bukan siswa yang pintar sains dan matematika di SMA, maka aku putuskan daftar kuliah di Undip dan UI. Nih kamu lihat sendiri kartu pendaftaranku.

kartu tanda peserta snmptn
UI Bukan Prioritas Pertama. hehehe

Ketika aku bilang kepada mereka (teman-teman SMA) kalau aku daftar di Undip, hampir semuanya bilang keren, hebat, nekat dan bla bla bla. Aku terlalu malas untuk menjelaskannya. Karena sebagian besar dari mereka lebih memilih kampus tetangga sebelah sebutannya kampus konservasi warna almetnya kuning.

Seperti yang kamu lihat sendiri aku mengambil peluang kuliah di jurusan Fisika Kimia Undip dan juga UI (foto sudah menjawab). Mengingat aku ini termasuk siswa yang aneh di SMA aku dulu. Aku lebih memprioritaskan Undip daripada UI. Alasan yang sering aku lontarkan kepada siapapun yang tahu adalah “iseng aja”, diterima atau tidak aku gak peduli.

Sepertinya aku akan memulai pengalaman kuliah di Undip

Nasib berkata baik datang kepadaku, seorang teman satu kelas Namanya Santi menghubungi ku via telp, awalnya menanyakan tentang kabarku daftar dijurusan apa waktu pendaftaran SNMPTN sebelumnya.

Karena kertas pendaftaran sudah aku buang pada waktu itu, jadi aku sendiri sebenarnya tidak ingat aku daftar apa saja. Parah kan aku ? Teman ku sampai terheran-heran dengan ku. Waktu malam hari sebelum Santi Telp, ketika pengumuman SNMPTN aja saja tidak membuka website dan memang tidak peduli.

Pada akhirnya si Santi memberiku kabar kalau nama Abdul Jalil tercatat sebagai siswa yang lolos SNMPTN kampus Universitas Diponegoro. Saat itu juga bertanya kok bisa ya ? Ya sudahlah akhirnya aku berkonsultasi sama kedua orangtua diambil atau tidak. Karena konon kabarnya kuliah di Undip itu terkenal mahal.

Respon orangtua ku hanya mengatakan “Yaudah diambil saja, mumpung dapat kesempatan kuliah” (versi aslinya dalam bahasa Jawa). Baiklah karena sudah disetujui aku ambil deh. Tapi aku masih penasaran diterima di jurusan apa, langsung aku bertanya kepada teman-teman yang mungkin tau.

Aku kuliah di Fisika Undip

Secara mengejutkan aku diterima kuliah di Fisika Undip. Aku merasa senang, sedih, dan perasaan campur aduk. Terlebih lagi perasaan khawatir kalau aku kuliah di Fisika Undip bisa mengikuti atau tidak. Tapi semua pikiran negatif pada waktu itu langsung berubah menjadi kesempatan untuk menjadi keren.

Sebagian besar teman-temanku yang jago Fisika dan Matematika, justru tidak ingin kuliah dikedua jurusan tersebut. Katanya sih sulit, kan mereka belum membuktikannya ? Malah aku sendiri yang bakal membuktikannya.

Daripada kamu membaca kisahku ketika menunggu masa kuliah selama 4 bulan lamanya mending langsung ke bahasan utama ya tentang kuliah di Fisika Undip selama 12 semester. Lanjut baca slurr.

Kisah Pertama Menjadi Mahasiswa

Pada bagian ini aku ingin menceritakan kepada kalian khususnya kamu kisah pertama kuliah di Undip dan tentunya menjadi seorang mahasiswa baru atau disebut maba. Karena pada tahun pertama kuliah pasti ada ospek, baik dari tingkat universitas hingga jurusan.

Resmi menjadi mahasiswa Undip angkatan 2013

Upacara hari-1 penerimaan mahasiswa baru atau PMB dilaksanakan di Stadion Utama Universitas Diponegoro, yang diikuti oleh sekitar 11rb mahasiswa baru dari berbagai tingkatan (D3, S1, S2, dan S3).

Aku sendiri resmi menjadi mahasiswa yang di Undip pada tanggal 26 Agustus 2013, dengan Prof. Sudharto P. Hadi, MES, Ph.D sebagai Rektor Undip pada waktu itu. Senang rasanya bisa bertemu teman baru dari seluruh Indonesia.

Sayang sekali aku tidak ada dokumentasi apapun yang tersimpan. Karena seingat ku itu dulu foto pertama di kampus Undip ada di seorang mahasiswa dari Fakultas Pertanian dan Peternakan. Padahal foto itu bisa sebagai tanda aku pernah membuat sejarah dalam catatan Kuliah di Undip.

Tapi jangan khawatir dokumentasi di Upacara di Fakultas aku masih menyimpannya. Karena setelah melaksanakan upacara di Universitas, masih ada lagi upacara kedua yang dilakukan di Fakultas masing-masing.

Upacara penerimaan mahasiswa baru tingkat fakultas

Hari ke-2 tanggal 27 Agustus, upacara penerimaan mahasiswa baru tingkat fakultas dilaksanakan dihalaman depan dekanat Fakultas Sains dan Matematika (FSM). Dr. Muhamad Nur, DEA (sekarang beliau sudah bergelar Profesor) selaku Dekan FSM.

Masih ingat sekali Ketua BEM FSM 2013 pada waktu itu mas Andhica Surya Anggara memberi sambutan kepada seluruh mahasiswa baru dari 7 jurusan yang ada. Upacara kalau tidak ada makan-makannya memang terasa kurang enak . Apalagi aku tipe orang yang suka makan.

Kisah ospek fakultas pun dimulai dari sini. Waktu itu aku tergabung di kelas C bersama teman-teman yang lain. Dulu dikelas C ada panitia terpadu (anggap saja pendamping). Mas Rian, mas Aziel, mas Izzad, mbak Mufri, mbak Sabrina, dan mbak Anis. Mereka semua yang mendamping maba di kelas C (KeCe).

pengalaman kuliah di undip
Pamer Gambar Dong

Kurang lebih selama satu pekan maba diharuskan mengikuti setiap materi yang diberikan oleh panitia agar mampu mengetahui, memahami, dan beradaptasi dengan lingkungan kampus. Intinya ketika kuliah nanti maba tidak kaget dengan suasana lingkungan yang memang sudah berbeda.

Mungkin kamu ingin membaca catatan Catatan Orientasi Mahasiswa Fakultas #1 dan Catatan Orientasi Mahasiswa Fakultas #2. Ada banyak sekali kegiatan-kegiatan sebelum memasuki perkuliahan yang sebenarnya. Kalau aku jelasin satu-satu capek tau. Toh kamu bisa mencari semua cerita hidupku di blog ini.

Pengalaman Kuliah di Undip hari pertama

Tentang hari pertama kuliah di Undip aku merasakan atmosfer yang sangat berbeda dari jaman sekolah ku dulu. Yang paling mudah lihat adalah, ketika kuliah setiap mahasiswa tidak harus menggunakan seragam (kayak anak sekolah).

Cukup menggunakan pakaian bebas berkerah dan sopan. Ya semua peraturan kuliah di kampus Undip dan sepertinya memang sudah umum untuk satu hal itu. Tidak lupa wajib bersepatu ketika mengikuti perkuliahan.

Kesan pertama menurutku langsung terasa banget perkuliahan di semester ini berlangsung cepat, padat dan melelahkan. Karena harus mengerti materi-materi dengan cepat. Kalau tidak belajar ya mana bisa paham. Tapi aku tipe orang yang malas balajar. hehehe

Nah biasanya awak-awal semester di jurusan Fisika ada namanya ospek yang berlangsung selama 1 semester penuh. Tapi setelah tahun 2015 ospek jurusan tidak berlangsung lama. Cara keberjalanan ospek pun juga udah berbeda.

kuliah di fisika undip
Setiap hari selasa pasti ada kumpul

Selain cerita tentang tentang ospek, semester 1 sibuk banget yang namanya Praktikum Fisika Dasar 1 dan Kimia Dasar. Setiap hari harus menyelesaikan laporan dari asisten lab. Praktikumnya sih tidak lama, yang bikin lama itu pre-testnya dan membuat laporan. Hal itu yang benar-benar menghabiskan waktu.

Meskipun begitu, aku merasa hepi dan menikmatinya. Kuliah ya kuliah, main ya main, ospek ya ospek. Semua aku lakukan dengan senang hati. Toh semuanya pasti sudah ada yang mengaturnya.

Ada kisah tentang catatan akhir kuliah

Nah sebelum aku membuat kisah ini dalam sebuah artikel. Aku sudah lebih membuat catatan tentang perkuliahku yang berjudul “Catatan Akhir Kuliah Yang Sebenarnya. Kalau ingin tau nilai IPK ku ada dicatatan tersebut. Jadi, aku tidak perlu menceritakan kembali sesuatu yang sama.

Membahas kisah lainnya

Akhirnya bisa fokus menceritakan kisah lainnya yang belum pernah aku buat. Tapi setiap kisah selama kuliah rata-rata sudah pernah aku buat deh. Hehehe

Selama aku kuliah di Undip dengan pengalaman selama 12 semester. aku menjadi sasaran bagi mahasiswa baru atau calon mahasiswa ya seputar perkuliahan. Wajar sih kalau kamu menemukan artikel ini mungkin sedang mencari sebuah referensi tentang perkulihan.

Tapi tenang dengan senang hati aku akan membagi pengalamanku yang pertanyaannya sudah aku buat. Berikut pertanyaannya seputar pengalaman kuliah di Undip pada umumnya.

Aku membuat 7 pertanyaan dulu. Sisanya insyaAllah akan dibahasa pada artikel lainnya. Berikut bahasannya.

Kuliah di Undip mahal gak sih?

Aku jawab dulu “Murah“. Aku memiliki alasan tersendiri mengapa bisa murah. Karena aku sendiri kuliah di Undip bukan tipe mahasiswa yang boros untuk biaya hidup.

Alhamdulilah tahun 2013 waktu itu ketika biaya kuliah itu dijadikan satu atau istilahnya Uang Kuliah Tunggal (UKT) diterapkan. Aku sendiri tiap semester hanya membayar uang kuliah sebesar Rp. 1.000.000 per semester.

Untuk lainnya biaya lainnya selama kuliah (kontrakan, makan, transport) rata-rata habis dikisaran Rp 5 juta s/d 7 juta per semester. Nah ketika di semester pertama pernah sakit dan dirawat di Rumah Sakit. Biaya pengeluaran di semester pertama mencapai sekitar Rp 15 jutaan.

Aku memiliki kebiasaan mencatat setiap pengeluaranku tiap semester itu habis berapa. Tercatat hingga semester ke 10, total semua pengeluaranku kurang dari Rp 70 juta. Andai saja masih ada filenya pasti aku lampirkan juga disini.

Tapi ingat, biaya kuliah tahun 2013 dan tahun dimana kamu membaca artikel ini nilainya sudah berbeda (ada kenaikan harga) atau bahasa lainnya inflasi. Lanjut ke pertanyaan kedua.

Kuliah di Undip bisa dapat beasiswa gak sih?

Aku jawab “Bisa“. Karena kalau kamu kuliah di Undip. Kesempatan untuk dapat beasiswa itu sangat besar sekali. Ada banyak penawaran yang bisa jadi penyelamat ketika uang bulanan mu hanya cukup untuk membeli selusin Indomie goreng (iklan gratis).

Kalau aku sendiri kuliah di Undip tanpa beasiswa dari pihak manapun kecuali biaya dari orangtua. Waktu itu aku ditawari beasiswa bidikmisi, tapi dengan sopan aku menolaknya dengan alasan orangtuaku masih mampu untuk membiayai kuliah.

Kalau ingin mengambil beasiswa aku inginnya bukan beasiswa untuk mahasiswa yang kurang mampu, melainnya beasiswa berprestasi. Tapi sayang ada syarat minimal yang tidak pernah aku bisa penuhi.

Syarat minimal untuk mendapatkan beasiswa itu harus memiliki IPK min 2,50. Sedangkan aku dulu IPK masih di angka 2,39. Tandanya memang aku bukan mahasiswa berprestasi. Hehehe

Kalau kamu ingin aman memperbesar peluang untuk mendapatkan beasiswa, pastikan IPK minimal itu 3,00. Itu syarat wajib yang harus dipenuhi. Sisanya bisa diakalin.

Kuliah itu sulit gak sih?

Ini pertanyaan subjektif banget ya? Hahaha

Tapi bisa aku jawab dengan iya dan tidak. Jawaban “iya” kalau kamu sendiri merasa hepi dengan jurusan mu dan rajin belajar apapun yang sekiranya perlu untuk dipelajari. Kalau jawaban “tidak” itu sebaliknya. Sesimpel itu aku menjawabnya.

Kuliah itu bisa meningkatkan skill gak sih?

Tentu bisa dong, tapi syaratnya jangan hanya menjadi mahasiswa yang cuma sibuk belajar dan kuliah saja. Pastinya rugi besar kalau kuliah S1 hanya sibuk kuliah.

Ada banyak cara untuk meningkatkan softskill dan hardskill. Mulai dari mengikuti organisasi, unit kegiatan mahasiswa, atau pelatihan-pelatihan kampus. Kalau bentuknya pelatihan biasanya ada yang gratis dan berbayar. Jadi, ikutlah sesuai apa yang kamu perlukan.

Kalau aku pribadi banyak mengikuti berbagai pelatihan, komunitas, dan organisasi ya sekedar untuk mendapatkan pengalaman yang berharga. Contoh bisa kamu lihat di bagian kategori Pramuka.

Aku sendiri adalah anggota aktif Pramuka di Undip sejak 30 Maret 2014 s/d 2 November 2019. (perlu rujukan)

Kuliah itu bisa dapat pacar gak sih?

Tentu bisa. Kalau kamu kuliah di Undip (atau kampus lainnya) yang jomblo tidak pernah mendapatkan minimal pacar atau gak calon suami/istri. Terus kuliah hanya fokus belajar. Sepertinya ada yang ada tidak beres.

Aku tidak menyalahkan orang hanya fokus belajar saja. Tapi dengan jumlah mahasiswa aktif ada puluhan ribu (di Undip lebih dari > 40rb mahasiswa). Masak 1 pun tidak ada ketertarikan untuk mengenal lawan jenis?

Tapi ada teman dekatku yang benar-benar tidak pernah membahas atau bahkan tertarik dengan lawan jenis. Orang itu ada dan kisahnya nyata, jika kamu penasaran silahkan tanya aku secara langsung via kontak yang sudah tersedia.

Kalau aku pribadi, tentu sudah pernah mendapatkan kesempatan untuk menjadikannya calon istri, tapi sayang akhirnya kandas juga. Karena dia menganggap aku bukan laki-laki yang serius (bilang aja aku ini miskin, jelek, dari kampung lagi).

Tapi pernah mergogin dia pacaran sama laki-laki yang standarnya jauh dibawahku. Kalau ngomongin ketampanan aku ini nilainya mungkin baginya 0, tapi dia -10 bagiku.

Spontan aja… mikir. Kok seleranya rendah banget. Padahal aku pribadi tau betul karakter laki-lakinya kayak apa. Kalau milih yang lebih baik sih tidak apa-apa. Tapi ya sudah lah.

Nyari judul skripsi sulit gak sih?

Kalau nyari judul skripsi Sebenarnya tidaklah sulit. Dosen pembimbing skripsi di Undip banyak kok yang baik-baik ngasih saran judul skripsi. Asal jangan malas untuk bertanya atau berkonsultasi dengan dosen pembimbing. Kuliah di Undip udah enak, nyaman dan jangan lupa untuk bersyukur.

Kuliah di fisika bisa lulus cepat gak sih?

Pertanyaan tersebut tentang kuliah di Fisika Undip bisa lulus cepat atau tidak. Hal itu relatif, tinggal seberapa tangguh kamu siap menghadapi segala tantangan yang ada dan berlaku untuk semua jurusan di kampus manapun.

Tapi banyak yang menganggap 12 semester adalah kuliah cuma buang-buang waktu. Sekali lagi aku tidak ingin menyalahkan orang yang melontarkan penyataan itu. Lagian aku bisa kuliah selama 12 semester sesuai dengan kemampuanku.

Tentang masa studi aku tidak merasa telat, melainkan sudah tepat pada waktunya yaitu 12 semester.

Sudah banyak banget kan aku menjawabnya ? Kalau belum puas, silahkan bisa mencari referensi yang lain.

Lama Kuliah di Undip, Akhirnya Skripsi Juga.

Pada tanggal 28 Juni 2019 aku melaksanakan sidang skripsi. Cerita lengkapnya ada di catatan Sidang Abdul Jalil: Tentang Kebahagiaanku dan Mereka. Banyak sekali momen yang terjadi selama mas tunggu wisuda.

Harusnya aku mengikuti Wisuda bulan Agustus 2019 tapi kesempatan itu hilang. Karena dulu ketika hari terakhir pengumpulan berkas skripsi, aku jatuh sakit dan tidak sanggup untuk menyerahkan semua berkas.

4 bulan lamaanya aku harus menunggu kesempatan untuk melaksanakan wisuda berikutnya. Tepat pada tanggal 28 Oktober 2019 aku resmi mengikuti Wisuda periode Oktober. Untuk cerita lengkapnya bisa kunjungi Wisuda Terakhirku: Selamat Tinggal Undip

Jadi, cerita pengalaman kuliah di Undip sebenarnya sudah sering aku tulis jauh sebelum artikel ini terbit. Pada bagian ini hanya menceritakan sesuatu yang sekiranya perlu untuk dikisahkan.

Mohon maaf kalau kamu belum puas atau mungkin mendapatkan informasi dari pengalaman ku kuliah di Undip yang diperlukan. Karena aku pribadi membuat kisah ini mungkin juga kurang menarik.

Sebelum semuanya selesai pada bagian terakhir dari kisah ku ini bisa kalian telusuri memalui sebuah link yang terorganisir dalam sebuah tag “Catatan Akhir Kuliah“. Aku menyimpannya dengan baik dan mungkin kamu salah satu orang yang akan membacanya. Semoga bermanfaat ^_^

Baca juga:

Salam Dariku,

TTD Abdul Jalil

About Abdul Jalil

Semua tentang ku dan Haruna

View all posts by Abdul Jalil →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *