Senja Bersama Supra X 125 Fuel Injection

senja dan supra  X 125
Foto: Supra X 125 FI

Senja ku bersama Supra X 125, seharian aku menghabiskan waktu bersama dengan kuda besi bermesin 125 cc. Semenjak aku diberikan motor oleh Bapak kehidupanku semakin dinamis menjalani semua aktivitas di kampus. Terlebih lagi aku sendiri masih ada tugas skripsi yang harus diselesaikan.

Berbicara soal motor, aku memang lebih menyukai tipe transmisi manual daripada yang otomatis. Salah satu aku memilihnya adalah karena lebih irit bahan bakar. Meskipun banyak orang bilang motornya bapak-bapak, aku pribadi merasa nyaman saja mengendarai motor tersebut. Jarak tempuh yang bisa dicapai oleh motor Supra X relatif tinggi (perjalanan > 250 km) masih nyaman lah.

Waktu itu aku ketika melakukan perjalanan dari Semarang – Bangkalan melewati jembatan Suramadu jarak tempuh sampai lebih dari 300 km.  Kondisi mesin masih dalam keadaan masih aman (tidak overheat).

Ketika keadaan santai tidak ada kesibukan yang berarti, aku memang senang menghabiskan waktu untuk mencari Pokemon dengan menggunakan motor Supra X. Sekedar informasi saja aku memainkan Pokemon-Go full darat (karena ada istilah pemain flyer). Meskipun aku bisa saja menjadi seorang flyer, tapi aku untuk tidak menjadi.

Eh iya biasanya sih kalau suasana senja itu identik dengan anak indie, kopi, dan puisi. Tapi kenyataannya aku sendiri tidak demikian. Apa aku sendiri yang memang belum menjiwai soal kata senja?

Apa sih pengertian senja?

Senja hanya suasanya damai di sore hari menjelang matahari tenggelam. Ya waktu itu aku benar-benar menikmatinya, sungguh damai dan indah dalam hati. Aku sempat berpikir jika dapat menikmati bersama orang dicintai mungkin akan menjadi hal yang berbeda. Hehehe

Sepertinya seru jika dapat kembali menikmati waktu senja bersama orang ku sayangi. Sementara mimpi dulu boleh dong ya. Lagian mimpi itu gratis dan bebas biaya admin. Lain kesempatan mungkin aku akan membuat sebuah artikel yang khusus membahas motor Supra X 125. Hanya saja untuk saat ini aku sendiri belum dapat melakukannya dengan baik.

Ingat, artikel ini hanya catatan pribadi. Mengomentari (kritik tak beretika) hal yang tidak pernah kalian alami sendiri adalah hal yang sangat bodoh. Aku tidak ingin memaksa siapapun untuk memahami artikel ini. Syukur-syukur menyempatkan berkunjung ke blog pribadi walaupun sekali waktu, aku justru berterima kasih banget.

Cukup itu saja catatan ku tentang senja dan Supra X 125. Aku sendiri ingin menulis lebih banyak, seperti yang sudah aku sampaikan tadi “aku belum dapat melakukannya dengan baik alias tidak cukup waktu”.  

Sekian

Catatan Akhir Kuliah #86

Salam,

TTD Abdul Jalil

Rekomendasi artikel menarik lainya dapat dibaca di Hiroeshy.com

About Abdul Jalil

Semua tentang ku dan Haruna

View all posts by Abdul Jalil →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *