Setiap Malam Bulan Purnama Teringat Haruna

Puisi

Setiap malam bulan purnama. Bertiup angin dingin sekali bulan sabit adalah sejarah masa lalu. Di atasku juga bukan sesuatu. Jika bumi adalah garis gawang ku. Maka lintang dan bujur juga garis batasku. Apakah semua pindah ke tempat lain.

Akankah kau terasa aneh jika ada perasaan. Terlihat bulan purnama  aku terus berdiri. Terus menghitung satu dua tiga. Untuk tiga, membuka mata kau dengan perlahan. Bayangkan bulan masih bermimpi. Lihatlah di mataku terlihat di matamu. Hanya keinginan untuk pergi sekarang. Sepertinya kita berdiri dengan punggung satu sama lain. Lihatlah di mataku dan katakan padaku sesuatu.

Baca juga: MENCINTAIMU DENGAN SEDERHANA

Setiap malam bulan purnama sebelum senja. Aku ingin memberitahu kau sekarang dengan  kata-kata indah yang tak biasa. Tentang kata cinta untuk kau bunga. Setiap hari setiap malam terus bermimpi. Aku  ingin memberitahu kau tentang perasaan ini. Yang diluar kendali dari kenyataan bumi.  Merasa baik-baik saja dengan kau saat ini.

Setiap malam bulan purnama. Seperti bulan memudar di langit malam. Ini bersinar dengan senyum tenang sekali lagi. Malam ini aku gembira bahagia.Karena malam ini adalah bukan mimpi. Hitungan satu dua dan tiga. Kau datang dengan  mata bersinar. Senyum manis malam bulan bersinar Semua ini akan terlihat sempurna. Bulan dan bintang bersinar bersama dan nanti datang kau kembali. Berjumpa dengan aku seorang lagi

Baca juga: CATATAN HIROESHY NAKATA

Salam,

Abdul Jalil

Semua tentang ku dan Haruna

https://abduljalil.my.id/

3 thoughts on “Setiap Malam Bulan Purnama Teringat Haruna

Tinggalkan Balasan