Stop Ikut Campur Urusan Pribadi Orang Lain !

Jika kamu ingin damai dengan kehidupan ini. Maka, stop ikut campur urusan pribadi orang lain. Lebih baik selesaikan urusanmu sendiri. Percayalah apa yang baru saja aku sampaikan itu benar. Aku memang masih muda dan belum menikah. Tapi, aku memiliki kemampuan untuk mengetahui hal dasar bagaimana cara berkehidupan yang baik dan benar.

Aku sangat tidak menyukai prilaku orang-orang yang senang ikut campur tanpa memahami konteks permasalahanya. Karena bagiku orang-orang tersebut adalah sampah sekaligus tempat sampahnya. Pahamilah, jika kamu tipe orang yang senang ikut campur. Apalagi itu menyangkut urusan pribadi (jika itu aku), aku bisa saja mengatakan sesuatu yang lebih menyakitkan !

Jika ada orang senang ikut campur tanpa diminta, itu tandanya orang tersebut adalah salah satu mahkluk hidup yang sedang menderita dan kesepian. Karena aku menyakini hal-hal simpel yang orang lain tidak sempat memikirkannya.

Ada 3 alasan kenapa orang suka ikut campur urusan pribadi orang lain, antara lain:

  • Merasa bisa menyelesaikan permasalahan, tapi pada kenyataannya hanya memperkeruh keadaan.
  • Mencari bahan gosip untuk obrolan di tempat tongkrongan.
  • Merasa kepo saja, dan ujung-ujungnya hanya mengolok-olok meskipun hanya di dalam hati.

Sebenarnya masih banyak lagi, tapi aku menyampaikan yang umumnya saja. Jika kamu lebih tahu tentang 3 hal itu, silahkan koreksi melalui kolom komentar.

Sebenarnya ikut campur urusan kehidupan pribadi orang lain adalah penyakit masyarakat di Indonesia. Mengutip infografik dari Tirto.id ada 5 karakteristik orang yang gemar (senang) ikut campur urusan lain.

stok ikut campur dalam urusan pribadi orang lain dan karakteristik orang yang suka ikut campur

Dari kelima karakteristik dalam infografik di atas, apakah kamu tipe orang yang seperti itu? Kalau aku tanya langsung biasanya sih selalu melakukan pembelaan diri (biasanya curhat ke temen atau medsos). Aku sudah sering menjumpai orang-orang seperti itu.

Menurut pengamatan pribadiku, justru orang-orang terdidik cenderung lebih banyak yang ikut campur urusan pribadi orang lain. Gelar sih sarjana, tapi pola pikir seperti anak SD yang baru saja naik ke kelas 3.

Baca juga:

Stop Ikut Campur Urusan Pribadi Orang Lain dan Selesaikan Urusanmu !

Lebih baik berhenti daripada menyesalinya pada hari kemudian. Selesaikan semua urusanmu, ikut campurlah jika memang ada permintaan tapi tetap membatasi diri dengan privasi orang lain. Jangan langsung mengiyakan permintaan yang sekiranya masuk terlalu dalam (privasi bangetlah). Tolaklah dengan baik dan beri saran sesuai kebutuhan dan situasinya.

Mungkin lain waktu ada bahasan lainnya masih seputar kehidupan bermasyarakat. Catatan ini hanya berdasarkan pengamatan pribadi, jika ada perbedaan silahkan instrospek diri saja.

Jangan banyak tanya ! 🙂

Salam Dariku,

TTD Abdul Jalil

About Abdul Jalil

Semua tentang ku dan Haruna

View all posts by Abdul Jalil →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *