Diklatsar Racana Diponegoro Tahun Terakhirku

Pramuka

Semarang, 21 September 2019 – Catatan terakhirku tentang “Diklatsar Racana Diponegoro”. Pada kesempatan ini aku ingin melengkapi sebuah kisah pribadi. Dimana kisah ini sudah ku tulis sebanyak 100 judul yaitu tentang catatan akhir kuliah.

Waktu semakin dekat dengan hari H menuju wisuda Undip ke-156. Waktu masih memberiku kesempatan untuk mendampingi adik-adik calon anggota Racana Diponegoro. Tidak perlu waktu lama untuk berpikir mengatakan “iya, saya bersedia” ketika ada tawaran.

Dengan senang hati aku menerima tawaran untuk menjadi pembimbing Diklatsar. Hanya saja Aku pribadi sangat menyayangkan beberapa anggota menolak untuk menjadi pendamping/pembimbing dengan alasan yang sangat tidak logis. Jika Aku yang mengartikannya “mereka” itu sebenarnya malas.

Aku Tidak Ingin Melewatkan Kisah Terakhir Tentang Diklatsar Racana Diponegoro

Diklatsar Racana Diponegoro
Regu Terakhir

Mereka semua adalah adik-adikku dan 2 orang di sampingku adalah pendamping reka. Foto itu adalah satu-satunya momen ingin yang aku abadikan. Pada waktu itu aku dan mereka jika tidak foto bersama kecil kemungkinan momen seperti itu akan terjadi lagi.

Meskipun foto itu belum menceritakan tentang Diklatsar lapangan, namun setidaknya sudah cukup untuk mewakili sebagian kisahku.

Dalam lubuk hatiku yang terdalam, aku sangat menyayangi mereka. Rasa sedih pasti ada, tapi Aku harus kuat untuk meninggalkan mereka semua. Karena waktuku selama 5 tahun lebih di Racana Diponegoro akan segera berakhir.

Pesanku untuk mereka semuanya adalah “Kisah mu akan selalu berakhir dengan indah, jika belum indah maka kisahmu belum berakhir”. Ungkapan tersebut dari seorang tokoh fiktif bernama Patrick Star yang sedikit Aku modifikasi biar cocok untuk mereka.

Diklatsar di Racana Diponegoro adalah jalan pertama untuk mereka memulai kisah di Pramuka Undip. Semoga mereka semua adik-adikku dapat menyelesaikan proses pendidikan di Racana Diponegoro hingga wisuda nantinya.

Sangat bersyukur sekali jika mereka lulus sudah menyandar gelar nama Pandega. Aku sangat bangga sekali pada mereka.

Cukup sampai disini saja sebagian catatan tentang Diklatsar Racana Diponegoro yang ingin Aku abadikan. Semoga lain waktu Aku dapat berjumpa dengan mereka lagi.

Aku sayang kalian ^_^

Catatan Akhir Kuliah #100

Baca juga:

Salam Dariku,

TTD Abdul Jalil
Abdul Jalil

Semua tentang ku dan Haruna

https://abduljalil.my.id/

Tinggalkan Balasan