Aku Mengikuti Yudisium Fsm Undip

Semarang, 24 Oktober 2019 – Dengan mengucap rasa syukur akhirnya aku mengikuti kegiatan yudisium di Fakultas Sains dan Matematika (FSM). Aku ingin memberitahu kepada seseorang melalui catatan ini siapa tahu “orang” yang dimaksud membacanya.

Hampir empat bulan lamanya aku adalah salah satu mahasiswa yang sedang dalam masa tunggu prosesi wisuda. Kalau di kampus sih biasanya sebelum wisuda ada yang namanya yudisium.

Nah, yudisium itu sendiri adalah bagian dari kegiatan akademik yang menyangkut dengan pengumuman nilai akhir dari proses pembelajaran selama menjadi mahasiswa. Biasanya nilai akan dibacakan oleh pejabat fakultas. Kegiatan ini biasanya diikuti oleh semua mahasiswa yang sudah lulus sebelum batas waktu yang telah ditentukan.

Umumnya 2 bulan sebelum wisuda harus sudah beres untuk melengkapi prasyarat yudisium dan wisuda.

Siapa saja yang mendapat predikat cumlaude (dengan pujian), sangat memuaskan, atau memuaskan jadi semuanya akan terlihat jelas. Sebelum yudisium sudah menyadari kalau nilai ku sendiri sudah pasti tidak masuk barisan lulus dengan pujian.

Aku tetap senang dan bersyukur karena satu hari nanti ketika wisuda ada seseorang yang akan datang. Seseorang yang sudah lama aku nantikan kedatangannya. Pokoknya di dalam ruang yudisium aku hanya senyum-senyum sendiri.

Meskipun hanya duduk dan mendengarkan berbagai informasi dari pejabat terkait dan memberikan pesan untuk kami akan wisuda. Kalau dunia ini lebih menghargai seseorang memiliki sopan santun daripada orang pinter.

Ada benarnya juga tapi ujung-ujungnya juga duit dan orang dalem.

Setelah ceramah ini itu akhirnya yudisium resmi berakhir dan ditandai dengan foto bersama tiap departemen bersama Bu Dekan.

Ini Bukti Kalau Aku Mengikuti Yudisium

ini loh aku mengikuti yudisium
Temukan Aku di Foto Bersama

Semua mahasiswa fisika yang terlihat di foto itu adalah yang sudah lulus dan beres dalam pemberkasan. Beberapa mahasiswa termasuk aku sebenarnya bisa mengikuti prosesi wisuda sebelumnya periode 155.

Tapi banyak sekali hal teknis yang membuat hal itu tidak dapat dilakukan salah satunya adalah sakit di momen terakhir sebelum penutupan pendaftaran yudisium dan wisuda berakhir.

Meskipun aku sendiri tidak dapat mewujudkan kesempatan bisa wisuda dengan Abdul Kholil, yaitu salah satu teman dekat ku yang cukup sering masuk di catatan ku ini. Meskipun begitu aku hanya menghela napas ringan dan mengikhlaskannya. Memang jalan ceritaku memang seperti ini.

bersama roudhotul zakiyah
Roudhotul Zakiyah (Cumlaude) dan Abdul Jalil (Tidak Cumlaude)

Asal kalian tahu Dia lulus dengan predikat cumlaude lho, berbanding terbalik dengan nilai ku. Meskipun aku ini seumuran dengannya tapi kalau masalah kemampuan akademik Dia lebih unggul.

Dalam hatiku aku mengharap kehadiran saudaranya untuk datang. Pokoknya masih ingin berharap selagi masih ada kesempatan untuk hal itu.

Inget, hanya karena aku memasang foto dengan Zakiyah, jangan langsung diartikan dia adalah pacarku. Kan nanti Dia (yang lain) ngambek. Meskipun jatahku itu 4 istri, tapi ingin punya 1 saja dan Dia  

Lagian itu kesempatan terakhir ku untuk bisa foto dengan Zakiyah dengan almet Undip pas banget di kegiatan yudisium. Aku berharap untuk suaminya Zakiyah jangan cemburu ya. Foto di atas hanya sebuah momen yang susah untuk diulang kembali.

Sebelum pulang ke rumah aku dan teman-teman seangkatan wisuda foto bersama dulu.

Foto bersama satu angkatan lulus
Akhirnya Pegang Sampul Transkrip Nilai

Tapi sayang sekali ada 2 teman ku yang tidak bisa ikutan (Satrio dan Mas Efendi). Setidaknya aku bisa menjadi wakil untuk angkatan tua.

Selain itu khusus untuk mahasiswa fisika peminatan radiasi dan medik. Ada acara syukuran bersama dosen-dosen terkait dan pembimbingku adalah ketuanya yaitu Pak Zainul Muhlisin. M.Si

Bagian Akhir

syukuran
Foto Bersama Dosen Kami

Beliau yang ada di foto adalah beberapa orang hebat. Satu demi satu mahasiswa didikan beliau datang dan pergi. Pada kesempatan itu giliran kami untuk mengucapkan permohonan maaf dan terima kasih.

Salah satu dosen juga memberikan wejangan untuk kami agar siap menghadapi dunia kerja dan tidak melupakan beliau tentunya. Karena berkat beliau-beliau juga kami bisa menjadi mahasiswa yang keren dan juga Insya Allah akan melampauinya.

Catatan ini yang berjudul “Aku Mengikuti Yudisium FSM Undip” cukup sampai di sini. Terima kasih   

Catatan Akhir Kuliah #103

Baca juga:

Salam Dariku,

TTD Abdul Jalil

About Abdul Jalil

Semua tentang ku dan Haruna

View all posts by Abdul Jalil →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *