Camp Mawar: Sepenggal Kisah Perjalanan Wisata

Ungaran, 8 Oktober 2019 – Akhirnya aku memiliki kisah yang tidak berkaitan dengan dunia perkuliahan dan cerita itu adalah tentang sebuah tempat bernama Camp Mawar. Tempat tersebut biasa digunakan untuk transit sebelum mendaki ke gunung Ungaran atau bisa digunakan untuk berkemah.

Obrolan sore hari di waduk Undip adalah kisah ini bermula. Ide untuk kemah sebenarnya tidak ada karena aku dan Ipon ingin jalan-jalan ke Jogja. Kami berdua memang tipe orang yang suka pergi ke suatu tempat selama masih satu pulau dan tidak suka hanya jadi wacana saja.

Karena Ipon bukan lagi menjadi seorang mahasiswa dan aku sendiri juga sedang menunggu wisuda. Ingin sekali menghabiskan waktu untuk bersama teman-teman yang lain. Jika hanya aku dan Ipon saja yang ada garing dan kurang sedap.

Jalan-jalan berdua bukan hal aneh tapi lebih seru kalau ramai-ramai. Itulah prinsip yang patut untuk diterapkan dan pastinya tidak akan rugi (kecuali kalau kamu payah). Sebelum opsi kemah diputuskan sebenarnya ingin jalan-jalan (sudah aku tulis paragraf kedua). Intinya sowan ke Keluarga Besar Racana Diponegoro (KBRD) dimanapun beliau berada.

Diputuskannya kemah semalam di Camp Mawar mengingat hari sudah menjelang petang dan memang ada teman yang ingin sekali ke sana. Sebelum itu aku dan Ipon sudah memberikan informasi di grup siapa saja yang ingin ikut tapi yang respon hanya beberapa orang saja.  

Siapapun yang ikut pokoknya ya harus berangkat mumpung hari libur.

Camp Mawar: Salah Satu Lokasi Wisata di Kab. Semarang

Hal itu memang benar karena lokasinya sangat strategis yaitu berdekatan dengan lereng gunung Ungaran. Tempat yang bagus untuk kemah bersama teman atau keluarga. Karena aku belum berkeluarga ya bersama teman dulu. Hehehe

Jika bukan karena menunggu seseorang, berangkat setelah magrib akan dilakukan. Tapi akhirnya berangkat hampir jam 11 malam menuju lokasi wisata. Hal itu jika tidak diputuskan bersama maka ya akan menjadi wacana saja.

Kami mampir dulu ke rumah salah satu kakak yang kebetulan dekat dengan lokasi. Ketika melihat jam ternyata sudah menunjukkan pukul 11.30 WIB. Mampir malam-malam ke rumah kakak karena kami minta tolong untuk di anterin ke lokasi.

Tenda dan Kemah adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dan biasanya akan selalu ada – Abdul Jalil

Sesampainya di lokasi langsung membangun tenda untuk istirahat. Tenda sudah terbangun selain aku dan Ipon masih terjaga. Karena kami ingin menikmati suasana yang kemungkinan akan sulit terjadi kembali.

Dinginnya pagi tidak menyurutkan semangat untuk berbagi cerita dan juga kisah-kisah menarik yang sudah pernah terjadi.

Melihat Kumpulan Awan Putih Suasana Hati Menjadi Lebih Baik

pemandangan camp mawar
Pagi Hari

Bukan foto yang bagus karena sudut pengambilan memang tidak tepat. Tapi cukup untuk mewakili kisah yang akan dikenang.

Pagi perut lapar sekali dan akhirnya memasak perbekalan yang sudah dibawa dari kos. Hanya mie instan, roti dan ditemani minuman hangat sangat cocok dinikmati di saat dingin.

Satu hal yang tidak bisa ditinggalkan adalah foto-foto. Iya foto. . .

foto, tenda dan kemah
Foto Dulu

Di tempat kemah (Camp Mawar) berkat bantuan dari sinar matahari pagi wajah kusam pun akan terlihat glowing. Prinsipnya sih seperti itu jika ingin foto ingin wajah glowing tanpa make up terlebih dulu. Hehehe

Kalau aku sendiri cukup melihat mereka saja, tapi sesekali ikut ambil bagian foto bersama. Ada kamera hp bagus ya dimanfaatkan saja. 

kemah bersama di camp mawar
Fotografernya adalah Zakky Ainun

Fotografer biasanya sering dilupakan bahkan jarang yang ingat. Tapi khusus di tempat kemah ini ku jadikan caption biar kami semua ingat sipa yang sudah berjasa. Hehehe

Dalam foto itu  Adha Susanto, Sifron Akbar, Prastika Y, Annisa Widi, dan Aku.

Meskipun tidak banyak yang ikut tapi jauh lebih baik daripada hanya berdua saja. Momen kemah bersama di Camp Mawar Ungaran adalah salah satu momen yang tidak boleh dilupakan. Karena ada kisah menarik di dalamnya.

Aku akan menyimpan itu dalam sebuah catatan dan akhirnya terbit juga di blog My Life Story-Abdul Jalil. Sampai jumpa di artikel perjalanan berikutnya. Terima kasih

Catatan Akhir Kuliah #102

Baca juga:

Salam Dariku,

TTD Abdul Jalil

About Abdul Jalil

Semua tentang ku dan Haruna

View all posts by Abdul Jalil →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *