Disinilah Aku dan Dia Adalah Cinta

Pramuka
hiking
Foto Pribadi : Abdul Jalil (GN-001) dan Teman-Teman Pramuka SMAN 1 Gubug di Air Terjun Kali Pancur

30 Oktober 2010 pada waktu itu jika tanggal yang terekam oleh henpon milik adikku benar-benar akurat. Ya maklum saja dulu henpon dengan kamera beresolusi maksimal 2 megapixel sudah sangat bersyukur sekali. Kalau sekarang sudah lain ceritanya.

Kalau aku sendiri membenarkan pernah jatuh cinta kepada seseorang yang istimewa. Jadi, ceritanya itu sudah lumayan lama sekali. Ketika aku dulu ada kegiatan Pramuka Hiking ke gunung Telomoyo dan bermain air di kali Pancur. Perasaan ku ada yang kurang ketika tidak bisa berfoto bersamanya tentu ada hingga sekarang ini. Tapi ya sudah mungkin belum waktunya.

Foto itu diambil ketika aku masih kelas sepuluh SMA kecuali laki-laki berkaus putih itu kakak kelas yang lagi numpang foto bersama. Dan dua perempuan itu adalah teman satu angkatan, untuk yang terlihat kecil itu namannya Izzatin Naili dan satunya lagi Rhoisul Al Amien. Ya kalian bisa menebak-nebak saja mana perempuan yang aku maksud. Aku tidak akan menyalahkan kalian jika benar dalam menebaknya kalaupun salah juga tidak mengapa.

Dan yang aku tahu dia begitu sangat pendiam atau memang tidak suka banyak berkomentar. Karena yang aku sendiri belum dapat memastikan dengan sebaik-baiknya. Aku hanya bisa mendengarkan suaranya yang lembut dan tak jarang pula pesan singkat selalu menjadi obrolan setiap malam atau setiap waktu kalau kami sedang luang.

Aku dapat jatuh cinta kepadanya hanya karena sebuah permen fox® yang diberikan kepadaku. Padahal aku belum mengenalnya. Dan sekarang aku juga masih mengingatnya tentang sebuah permen kecil. Memang, awal mula kisah cinta itu bisa diawali dari mana saja tanpa mengenal subjek, predikat, dan keterangan. Boleh jadi, sudah waktunya aku untuk mengenal rasa cinta tanpa harus merusak keindahan dari cinta itu sendiri.

Mulai sejak itu aku belajar mengenal cinta itu bekerja di dalam diriku walaupun cinta pertama datangnya dari kedua orang tua. Ada banyak perempuan yang mencoba untuk mencintaiku dan juga sebaliknya. Hidup di antara banyak kisah dari orang lain dan menjadikan beberapa bab kehidupan sebagai bahan pengetahuan.

Ketahuilah, ada salah seorang yang pernah memberitahuku tentang masa depan entah itu bernilai benar maupun salah, aku tetap mendengarkannya kalau di usia 15-16 tahun “ masing-masing dari kita (manusia) sudah di pertemukan dengan kekasih hati (jodoh) meskipun kita sendiri belum menyadarinya ”. Kalimat itulah yang menyebabkan aku terus berpikir dengan sederhana siapa dia dan apakah memang dia.

 Sempat aku berpikir untuk tidak memikirkannya dan pernah menyimpan rasa yang belum pernah terungkap. Lama-kelamaan aku hanya menimbulkan rasa sesal di hati teringat olehnya karena satu kesempatan yang belum dapat dilakukan walaupun di sisi lain ada seorang yang berusaha untuk mendekatku dengan dirinya. Dan yang aku ketahui pada masa itu adalah jika kebodohanku itu menimbulakan banyak orang yang mencoba untuk mendapatkan sesuatu dari dalam diriku, yaitu cinta.

Aku adalah laki-laki yang tidak biasa bagi banyak teman perempuan yang pernah mengenalku. Tidak banyak hal yang dapat menjelaskan bagaimana itu bisa terjadi, aku sendiri hanya bisa mengatakan jika masa laluku adalah sesuatu yang sangat berharga.

Ruang dan waktu memisahkan kesempatanku untuk bersama dengan dirinya dalam sebuah kisah romantis anak remaja. Terkadang aku mencoba menjadi seorang yang romantis untuk seseorang namun tidak banyak mengerti tentang apa yang aku maksud dengan kata “ Romantis”. Dan aku mendapatkan satu kesimpulan yang lumayan untuk dapat membuatku terdiam sejenak kalau kata romantis seorang lelaki (khusus aku) hanya berdampak pada orang yang benar-benar mencintaiku.

Dengan aku membuat catatan tentang cinta. Sedikit demi sedikit aku akan mulai mengetahui siapa saja yang merasa cemburu. Dan perempuan paling (cemburu) itulah yang pasti dialah cintaku. Kata cemburu disini tidak sama dengan yang kalian pikirkan selama ini. Jika kalian (perempuan) adalah bagian dari definisiku, boleh jadi tidak akan merasa sulit menemukan maksud dari kata cemburu untuk catatan ini.

Aku dan dirinya bukan seorang yang mudah untuk jatuh cinta jika definiku itu memang benar walaupun masing-masing dari kita (manusia) pernah jatuh cinta dengan orang lain. Namun, perlu kalian ingat aku hanya merasakan dua cinta di dunia ini yang terlepas dari kata agama. Yang pertama cinta dari kedua orang tuaku dan cinta terhadap satu jiwa yang belum pernah terungkap. Aku sendiri juga belum mengetahui definisi cinta menurutnya. Jadi, aku sendiri belum mengetahui apa pun.

Disinilah aku dan dia adalah cinta. Berharap jalan kehidupan ini memang berbeda-beda namun di satu kesempatan akan ada waktu untuk bersama dengan satu kata yaitu “ pernikahan ”. Ingatlah aku hanya bermimpi agar dapat tertidur dengan nyenyak dan berharap kembali  tertidur dengan tenang agar aku dapat bermimpi dengan indah.

Abdul Jalil

Semua tentang ku dan Haruna

https://abduljalil.my.id/

4 thoughts on “Disinilah Aku dan Dia Adalah Cinta

Tinggalkan Balasan