Pramuka Itu Masih Ada Untuk Aku dan Mereka

10155270_610864472325170_1512090489_n
Foto Pribadi : Abdul Jalil (GN-005) dan Peserta Pendidikan dan Latihan Dasar Pramuka Universitas Diponegoro

Dewasa ini menjadi anggota pramuka memang masih menjadi pilihan sebagai seorang mahasiswa. Bagi orang yang belum mengetahui dengan baik pramuka adalah kegiatan untuk anak-anak SD-SMA, kalau mahasiswa ya sudah terlalu tua untuk ikut kegiatan semacam itu.

Dan seorang yang mengetahui pramuka itu untuk semua kalangan pastinya orang tersebut bukan sembarang mahasiswa biasa saja. Karena aku masih yakin kalau semua anggota pramuka memiliki keistimewaan masing-masing. Aku yang dulu sempat tidak ingin mengikuti unit kegiatan mahasiswa pada akhirnya masuk dan di lantik menjadi anggota pada tanggal 30 Maret 2014 di gugus depan Racana Diponegoro 11.045 bersama dengan 38 orang lainnya (mungkin lebih dari itu).

Pada waktu itu aku merasa muda kembali bisa memakai seragam Pramuka kebanggan bangsa Indonesia. Presiden saja juga pakai, apalagi aku. Ya perlu pakai dengan sebaik-baiknya. Namun, cerita akan menjadi berbeda karena aku di Racana Diponegoro (Radip) tidak lagi memakai logo gerakan pramuka berwarna kuning melainkan cokelat (Golongan Pandega). Kalau menurut peraturan nasional usiaku belum masuk di golongan Pandega. Di Radip memiliki sistem yang unik dan boleh jadi adalah satu-satunya yang ada di Indonesia.

Untuk sistem yang ada di Radip singkatnya sebelum menjadi anggota Pramuka golongan Pandega. Seluruh anggota di sarankan untuk mengikuti kegiatan pendidikan khusus yang ada di Radip dan setelahnya akan mendapat tanda khusus berupa (tanda Pramuka Pandega Muda) berwarna hijau. Aku juga berhasil mendapatkan tanda itu pada bulan Mei di tahun yang sama. Dan berhasil mendapatkan tanda yang kedua (Pramuka Pandega Madya) bulan Maret 2016 aku baru mendapatkannya walau pelantikannya sudah terjadi beberapa bulan sebelumnya. Karena dulu aku dilantik menjadi Pandega Madya dengan bersyarat (Perlu menghadap ke. 3 orang penting ).

Foto yang aku unggah itu merupakan langkah awal untuk menjadi anggota Pramuka Radip. Kegiatan yang bernama pendidikan dan latihan dasar (diklatsar) bagian 1. Semua peserta di luar jurusan yang aku ketahui adalah orang asing, namun setelah beberapa waktu aku justru lebih mengenal mereka semua. Mereka sangat ramah dengan asyik kalau di ajak bermain. Bahkan disana aku menemukan sosok pribadi yang membuatku merasa jatuh hati. Bagiku tempat yang paling mudah untuk mendapatkan cinta ya di Pramuka. Aku mengakui itu karena sudah melewati beberapa fase kegiatan kepramukaan sejak usia Pramuka Siaga. Ada saja cerita yang di dapat ketika berkegiatan. Untuk orang-orang yang belum mengenal Pramuka jangan percaya dengan catatanku ini sebelum ikut pramuka.

Dengan memakai seragam Pramuka aku menjadi lebih bahagia dan sulit untuk mengatakan yang selanjutnya karena Pramuka itu istimewa…….

About Abdul Jalil

Semua tentang ku dan Haruna

View all posts by Abdul Jalil →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *