Dengan Teropong Aku Melihat Bintang

32373
Foto : Kalibrasi Dulu

Semarang, 22 Oktober 2017 – Pagi sebelum subuh untuk pertama kalinya aku memegang sebuah teropong bintang. Aku terlalu semangat hingga melupakan tidur dan lebih meluangkan waktu bermain dengan teropong bintang.

Sekitar jam 1 pagi aku dan teman-teman menuju ke Waduk Pendidikan Diponegoro hanya untuk melihat bintang. Karena waktu dini hari adalah waktu terbaik untuk melihat bintang dengan jelas, sebelum jam 1 kawasan di kota Semarang khususnya kecamatan Tembalang.

Langit malam terlalu banyak polusi udara jadinya ya kalian tahu sendiri lah kalau langit sudah terlalu banyak terkena polusi hanya bisa melihat langit malam tanpa bintang bersinar.

Kami di waduk tidak ada ijin sama petugas yang sedang berjaga. Iya ingin ijin sama siapa kami datang jam 1, palingan kalau ijin ribet urus berkas-berkasnya.

Lagian kami di waduk ingin mencoba dan memastikan apakah bisa memaksimalkan penggunaan teropong bintang. Spesifikasi yang aku tahu dari teropong bintang hanya tentang perbesaran objek mencapai 70x.

Dari sekian banyak bintang, tidak ada satu pun bintang yang dapat dilihat dengan baik menggunakan teropong bintang, dikarenakan jarak pandang bumi dan bintang yang dituju sangat jauh.

Kalau untuk melihat bulan aku mengakui hasilnya cukup jelas dan bagus dari segi resolusi, tapi kurang bagus untuk spesifikasi lainnya.

Aku dan teman-teman di waduk sampai adzan subuh berkumandang setelah itu pulang ke kontrakan masing-masing. Untuk memulihkan tenaga setelah shalat subuh sebentar karena jam 8 aku harus mengikuti agenda selanjutnya bersama teman-teman Pramuka. Bersambung……. 🙂

Catatan Akhir Kuliah #8

Salam dariku,

About Abdul Jalil

Semua tentang ku dan Haruna

View all posts by Abdul Jalil →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *