Investasi Saham Pertama Di Aplikasi IPOT

Update Terakhir: 22 Juli 2021 oleh Abdul Jalil

Berbicara tentang investasi saham, pertama kali mendengarnya apa yang kalian pikirkan? Atau hanya berpikir investasi saham itu ribet dan mahal? Tidak salah tentang hal itu. Tapi aku ingin berbagi pengalaman tentang investasi saham lho di aplikasi sekuritas yang fenomenal banget.

Dulu awal mula aku berinvestasi tidak langsung melirik ke saham. Karena aku sendiri tidak paham tentang apa itu saham. Pengetahuan tentang investasi saham benar-benar 0, akhirnya aku memutuskan untuk mencoba investasi ke emas.

Melalui aplikasi Tokopedia (Tokped) mulai deh aku menabung emas pada tahun 2019. Dulu menabung emas di Tokped tergolong mudah dan murah. Hanya dengan Rp 500 saja Kamu sudah bisa memiliki emas. Kalau sekarang minimal pembelian Rp 5000.

Setelah cukup mengerti soal investasi emas, pada aplikasi yang sama ada pilihan investasi Reksadana. Aku baca-baca dulu apa itu Reksadana, akhirnya aku memutuskan untuk menjadi investor Reksadana. Untuk catatan ini aku tidak ingin terlalu panjang membahasnya lebih lanjut.

Sebelum terjun di dunia pasar modal (investasi saham), secara mandiri aku belajar untuk mengenal hal-hal yang berkaitan dengan saham. Karena menjadi investor saham jika tidak menyempatkan belajar, aku yakin 100 % pasti akan menyesalinya dan mendapatkan kerugian.

Minimal Kamu harus mengetahui risiko yang ada di pasar modal. Memang, investasi saham itu bisa menghasilkan keuntungan lebih besar daripada emas dan Reksadana, tapi risikonya juga besar dari keduanya. Dalam hitungan detik pun Kamu bisa saja mengalami keuntungan dan kerugian.

Baca juga:

Pengalaman Investasi Saham Pertama Kali di IPOT Itu mudah

investasi saham pertama di aplikasi ipot
Aplikasi IPOT

Di sini aku tidak akan menjelaskan bagaimana cara mendaftar menjadi nasabah di aplikasi IPOT. Tentu saja, akan sangat panjang sekali ceritanya. Hanya beberapa poin saja yang ingin aku sampaikan kepada pembaca blog ini.

Aplikasi IPOT itu sendiri merupakan inovasi dari perusahaan Indo Premier Sekuritas untuk memudahkan investor atau calon investor dalam berinvestasi saham. Aplikasi yang dirilis pada tanggal 20 Mei 2020 itu benar-benar membuka jalan bagi siapa pun menjadi investor di pasar modal tanpa biaya minimum.

Untuk Kamu yang ingin menjadi nasabah di Indo Premier Sekuritas, calon investor bisa melakukan pendaftaran full online melalui aplikasi IPOT. Prosesnya hanya memerlukan waktu 1 hari kerja dan tentu saja akan mendapatkan SID (Single Investor Identification). Setelah akun jadi Kamu juga akan mendapatkan fasilitas pembuatan Rekening Dana Nasabah (RDN).

Fungsi dari RDN itu sendiri digunakan untuk keperluan transaksi di pasar modal seperti jual beli saham dan untuk keperluan lainnya. Oh iya, sebelum membuat RDN pastikan Kamu sudah memiliki rekening pribadi atas nama sendiri. Tanpa itu, Kamu tidak bisa membuat RDN untuk investasi saham.

Sekedar informasi saja aku dulu mendaftar untuk investor saham di Indo Premier Sekuritas tanggal 21 Desember 2020 malam hari sekitar jam 10-an. Akun ku selesai di proses pada tanggal 22 Desember, nah tinggal menunggu RDN jadi dan siap deh untuk melakukan pembelian saham pertama di IPOT.

Tertunda Investasi Saham > 1 Bulan Lamanya

Nasib kurang baik banyak terjadi pada calon investor yang memiliki rekening pribadi selain bank BCA. Bagi investor Indo Premier yang memiliki rekening BCA akan secara otomatis akan mendapatkan RDN dari BCA proses kurang dari 2 hari kerja maksimal 7 hari kerja. Setelah rekening jadi, kamu bisa langsung menggunakannya.

Beda cerita dengan aku ini yang mendapatkan RDN dari bank Permata, karena rekening pribadiku itu dari BRI. Aku kira proses akan selesai dalam waktu 7 hari kerja. Eh ternyata selesai lebih dari 1 bulan lamanya.

Faktor yang mempengaruhinya adalah banyaknya calon investor yang mendaftar pada waktu itu. Benar-benar terjadi lonjakan besar dari sektor ritel (perorangan). Khususnya untuk rentang umur 18-30 tahun. Sepertinya pihak sekuritas dan bank Permata sangat kewalahan.

Akhirnya tanggal 26 Januari 2021 RDN ku jadi dan siap untuk bertransaksi saham. Satu hari setelahnya aku membeli saham pertama dari sektor perbankan “Bank Jatim”  kode saham BJTM sebanyak 2 lot (1 lot = 100 lembar) dengan harga Rp 815 /lembar.

portofolio di investasi saham
Portofolioku Per 1 April 2021

Sebelum aku membeli saham tentunya sudah melalui proses analisa fundamental perusahaannya (sehat/sakit), rajin bagi-bagi deviden untuk pemegang saham atau laba hanya untuk kepentingan perusahaan saja. Karena investasi saham bagiku untuk jangka panjang (10-20 tahun) atau untuk selamanya (karena bisa diwariskan).

Sampai catatan ini aku tulis alhamdulillah sudah memiliki lebih banyak saham di Bank Jatim dan Telkom Indonesia. Target bisa beli 10rb lot saham. Hehehe

Salah Satu Pemilik Bank Jatim Adalah “Aku”

Tambahan lagi bagi pembaca yang belum tahu hal penting lainnya tentang investasi saham. Konsepnya seperti ini “membeli saham=membeli bisnis”. Kalau Kamu membeli saham perusahaan publik walaupun hanya 1 lot, artinya Kamu juga bagian dari pemilik perusahaan tersebut. 1 lot memang kecil, tapi 1 lot itu adalah bagian dari perusahaan yang tidak dapat terpisahkan (berhubungan dengan valuasi saham).

Cukup itu saja aku sedikit berbagi pengalaman seputar investasi saham pertama melalui perusahaan Indo Premier Sekuritas dengan aplikasinya bernama “IPOT”. Sampai jumpa lain kesempatan.

Salam Dariku,

TTD Abdul Jalil

About Abdul Jalil

Semua tentang ku dan Haruna

View all posts by Abdul Jalil →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *