Memutuskan Kembali Untuk Menjadi YouTuber Kuliner

Halo semuanya, pada catatan ini akan sedikit mengulas tentang keputusanku untuk kembali menjadi Youtuber di sektor kuliner. Buat kalian mungkin sudah tidak asing lagi mendengar istilah “Youtuber“.

Pengertian dari “Youtuber” menurutku merupakan profesi yang mengharuskan pelakunya (kreator) untuk menghasilkan karya (konten) yang bermanfaat. Dan bisa pastinya menghasilkan (uang) di platform Youtube.

Karena bagiku untuk saat ini menjadi seorang Youtuber itu sangat menjanjikan. Bisa menjadi salah satu sumber pemasukan tambahan jika channel YouTube sudah terhubung dengan Google Adsense (monitesasi). Faktanya memang seperti itu.

Lantas, untuk menjadi seorang Youtuber itu apakah harus memiliki syarat khusus? Tentu saja harus punya !

Niat dan kemauan itu harus ada, untuk masalah konten, device, dan skill editing video bisa sambil jalan (belajar) dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Jika ingin berhasil, jangan sekali-kali memutuskan untuk berhenti berusaha.

Selesai sudah jika itu terjadi.

Sebenarnya tahun 2016 aku telah memiliki channel YouTube yang termonitesasi dan saldonya. Konten Youtube ku waktu itu tentang kuliner bagian street food. Karena dulu itu aku belum memiliki kamera (baik Smartphone atau DSLR), tentu saja videonya ambil dari orang lain.

alasanku kembali menjadi youtuber kuliner
Akun Google Adsense

Dengan saldo segitu, sebenarnya bisa saja melanjutkan akun Google Adsense (GA) tersebut. Hanya saja aku sudah memiliki akun GA untuk blog. Tidak ingin repot nantinya ketika kembali menjadi Youtuber. Aku memutuskan untuk menutup akun tersebut.

Kalau aku jual juga tidak mungkin, karena email (Gmail) yang terhubung dengan GA adalah akun premium.

Aku memilih konten ringan seputar kuliner (street Food), karena dulu memang masih aman (kecil kemungkinan terkena copyright). Kalau sekarang jangan sekali-kali menjadi seorang reuploader, tentu saja akan banyak merugi daripada untungnya. Karena peraturan YouTube itu sekarang sudah sangat ketat.

Baca juga:

Alasanku Kembali Menjadi Youtuber Kuliner

  • Memanfaatkan Peluang

Satu hal sederhana yang terpikirkan olehku adalah “peluang”, memang pada tahun 2021 ini jumlah Youtuber di Indonesia tentu saja sudah berbeda dengan 5-10 yang lalu. Jumlahnya semakin banyak dan sangat beragam konten yang tersaji.

Kalau soal konten itu masalah minat dan kesukaan bahasan selanjutnya ada di bawah ini.

  • Hobi Makan Banyak dan Suka Mengomentari (Review) Masakan atau Makanan

Aku sendiri adalah salah satu manusia yang sekali makan bisa langsung banyak (up to 6 porsi). Uniknya lagi pencernaanku memang sudah tercipta untuk hal itu. Banyak orang heran aku makan banyak tapi tidak gendut (gemuk).

Soal rasa masakan merupakan sesuatu hal yang menurutku sensitif. Aku memiliki kemampuan untuk mencoba hal-hal baru yang unik soal rasa masakan tapi masih dalam batas wajar. Hal itu tidak banyak orang ingin melakukannya. Contoh aku ingin mengetahui perpaduan rasa gorengan tempe dengan saus es krim buah.

Sudah paham kan?

  • Aku Tidak Sendirian

Untuk menjadi seorang Youtuber itu bisa sendirian, berdua, atau tim (lebih dari 3 aktor). Aku memulai kembali untuk membuat channel YouTube itu tidak sendirian. Ada seseorang yang memiliki hobi tidak jauh berbeda denganku.

Memang rencananya channel YouTube yang aku buat bersama partner itu untuk proyek jangka panjang. Tentu saja konten yang aku buat juga harus bebas dari hal-hal negatif seperti konten lendir, konten penipuan, dan lain sebagainya.

  • Sumber Pemasukan Tambahan

Aku sangat yakin 100 % tujuan orang membuat channel YouTube itu untuk mencari pemasukan/penghasilan tambahan. Jika ada orang/Youtuber yang tidak sependapat denganku, mungkin orang itu adalah orang sakti yang bisa hidup tanpa duit. Hehehe

Seperti halnya blog ini yang sudah terhubung dengan GA, meskipun penghasilan tiap bulan belum besar. Setidaknya aku sudah menggunakan kesempatan dan sumber daya yang ada. Udah bersyukur banget kalau penghasilan dari blog bisa bayarin hobiku ini.

Ada Alasan Lain?

  • Aset Investasi Digital

Masih ada dong dan itu berhubungan dengan alasan sebelumnya. Investasi itu bisa dalam bentuk apa saja, ada banyak jenisnya. Kalau aku sebutin satu-satu nanti kalian bosan. Hehehe

Aku sendiri sudah melakukan praktik investasi dalam beberapa produk seperti emas, reksadana, dan saham. Walaupun belum pantas menyandang gelar “‘Ahli”. Tapi aku sangat bersyukur sekali karena sudah melakukan lebih dulu dibandingkan dengan teman-teman yang lain.

Karena aku berani ambil resiko.

Dengan adanya channel YouTube yang aku buat, Insya Allah jika tekun dan rajin mengelola aset digital dengan menjadi seorang YouTuber. Bisa jadi 10 tahun yang akan datang, aku sudah memiliki aset senilai lebih dari Rp. 10 Milyar. Aamiin…

Aku tidak tahu bagaimana hasilnya nanti, pastinya aku harus berusaha dan hanya ingin bermimpi dulu selagi masih gratis. Hehehe

Sepertinya untuk saat ini alasan kembali menjadi Youtuber kuliner cukup itu dulu. Untuk nama channel YouTube akan aku posting kalau sudah ada video pertama sudah muncul. Jadi, Mohon bersabar nanti jangan lupa subcribe yaa…

Salam Dariku,

TTD Abdul Jalil

About Abdul Jalil

Semua tentang ku dan Haruna

View all posts by Abdul Jalil →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *