Puisi Pita Biru Untuk Haruna

Haruna, aku membuat sebuah puisi rasa yang berbeda antara masa depan dan masa lalu pita biru dalam puisi. Ketika masa lalu teringat kembali bersama mu tetap menjadi kenangan abadi aku dan pita biru.

Membiarkan sinar mentari melewati ruang kosong pagi ku hari ini. Sungguh, kita berdua adalah manusia. Saling ingin mendapatkan cinta dan kasih sayang, seperti pita biru yang saling terikat.

Haruna, Kita tak perlu kata-kata manja untuk saling memiliki. Karena keinginanku begitu sederhana bermain bersama-sama. Haruna, dalam sebuah catatan yang pernah tertulis, masa lalu ku sama seperti mu yang  berpita biru. Andaikan relativitas waktu itu sama dengan nol.

Baca juga: CERITA HARI INI TENTANG HUJAN

Akankah kita bertemu dengan bahagia karena sejuta kasih adalah kesempatan seperti aku menulis puisi pita biru untuk mu.  Demi sesuatu yang terlewatkan jalanan masih berkomentar manis. Akupun hanya tersenyum saja. Entah siapa yang mendahului. 

Seperti melihat awan biru yang terlihat cantik. Aku takkan biarkan jatuh dan terinjak. Oleh jiwa yang tak terisi sampai detik terakhir ku minta. Membuktikan dengan nama sama yang sama siapa orang dibalik pita biru.  Akan menjadi lebih mudah.

Ketika aku sedang tertidur. Jika kasih ku tak sampai. Aku masih ingin menemuinya meskipun hanya sebentar saja. Tetap abadi keinginanku itu hingga akhir waktu seperti puisi pita biru untuk Haruna.

Baca juga: SETIAP MALAM BULAN PURNAMA

Terima kasih sudah menyempatkan membaca “Puisi Pita Biru Untuk Haruna” ini ya. Semoga dapat menghibur ^_^

Salam,

About Abdul Jalil

Semua tentang ku dan Haruna

View all posts by Abdul Jalil →

2 Comments on “Puisi Pita Biru Untuk Haruna”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *