Dolan Ning Boyolali

Dolan Ning Boyolali
Foto Pribadi: Bersama-sama Lagi

Boyolali, 24 Juni 2018 Catatan ini judulnya ” Dolan ning Boyolali” . Kalau catatan sebelumnya hanya ada aku, Ipon, dan Nana. Sekarang terlihat lebih ramai kan ? itu karena waktu yang sudah berpihak kepada kami semua. Niat awal kami ya bersilahturahmi ke Keluarga Besar Racana Diponegoro (KBRD) sisanya tidak jauh dengan urusan perut (ya mumpung masih banyak makanan dirumah-rumah aku tidak ingin melewatkannya).

Semakin banyak orang yang ikut, semakin banyak pula hal-hal yang unik terjadi dijalanan. Umumnya ketinggalan rombongan, tersesat dijalan (ya masih mending daripada tidak mengerti jalanan). Dan juga tidak tahu arah mana yang harus dituju (kalau ini sih parah menurutku kalau sampai tidak tahu akan hal itu.       

Oh iya, mungkin ada yang bertanya kami semua sedang bertamu dirumah siapa, begitu kan ? Iya saja ya, biar catatan yang aku tulis biar kelihatan banyak dan bisa bikin cepat bosan ketika membaca catatan ini.

Ketika memutuskan Dolan ning Boyolali, ada banyak keluarga yang bisa dikunjungi namun untuk memudahkan jangkauan. Kami memutuskan untuk mengunjungi rumahnya Kak Dwi Puji Lestari (FKM, 2012), kami biasa memanggil dengan sebutan mbak/kak DPL. Nah, yang kalian lihat (kecuali kami yang sangat jelas dan sudah banyak yang kenal) itu adalah Kakek (simbah) yang duduk pakai tongkat ajaib. Tepat disamping cucunya dan Ayah kak DPL yang tepat berdiri disampingnya Sandi (yang pakai jaket hitam).

Baca Juga: LIBURAN SETELAH PELANTIKAN

Berangkat pagi sampai di rumah mbak DPL hampir menjelang siang, tapi dengan rasa senang karena banyak makanan dirumahnya mbak DPL waktu begitu aku nikmati (intinya tidak peduli dengan waktu), yang repot mikirin waktu mungkin teman-teman yang ingin main lagi ke KBRD lainnnya.

Aku sendiri sebenarnya juga ingin berkunjung ke siapa saja yang bisa ditemui. Ya sambil duduk menikmati cemilan kami semua sepakat menentukan kemana harus melangkah lagi. Aku catat dibagian selanjutnya biar tidak gabung dengan paragraf ini (nanti malah kelihatan bagus kalau dibaca. Hehehe)

Aku dan teman-teman tentu sangat senang bisa berkunjung kerumahnya mbak DPL untuk kesekian kalinya (sebelumnya aku beberapa teman ya pernah mampir juga untuk silahturahmi dan numpang makan sih lebih tepatnya. Hehehe) maafkan aku ya mbak kalau nulisnya terlalu jujur, kita kan sudah jadi keluarga besar.

Aku yakin mbakku tidak akan marah kok kalau hanya tulisan receh seperti ini bisa membuat semua menjadi kacau (kecuali ada orang jahat yang sengaja mengubah isi dari catatan ini) pastinya itu jahat sekali.

Baca juga:  SESI DOKUMENTASI UNTUK KAMI SEDANG BERSANTAI

Nah, tidak ingin terlalu banyak membuat kalimat ambigu dan tidak efisien (bagian yang mana ?) hehehe

Kami memutuskan untuk berkunjung ke rumah salah satu adik yang pernah ku dampingi (bukan bermaksud yang itu lho). Kalau pernah membaca catatanku yang terbit terlebih dulu harusnya tahu siapa itu “Diyah Sari Ika Sapitri”. Aku tidak ingin menjelaskannya lebih dalam lagi (bisa capek sendiri). Untungnya jarak rumah mbak DPL sama si Diyah tidak begitu jauh jadi alhamdulillah mainnya bisa lama. Ehehehe

Aku baru pertama kali main ke rumahnya Diyah, ya ngapain juga ke rumahnya tanpa ada tujuan yang jelas (bisa jadi masalah nantinya), aku menyadarinya sebagai salah satu pendampingnya yang masih aktif di Pramuka jadinya cukup diam dan mengkondisikan diri.

Tempat tinggalnya adem juga karena letaknya memang ada di “dalam” lumayan jauh dari pusat keramaian. Aku sampai tertidur nyenyak bersantai (sebenarnya aku kekenyangan sih habis makan banyak dirumahnya mbak DPL) dan ditambah makan lagi dirumahnya Diyah.

Foto Pribadi: Angkatan Ganjil

Menikmati suasana dan tentunya tidak lupa mengabadikan momen biar bisa dipamerin ke teman-teman lainnya kalau kami semua yang ada di dalam foto telah melewati kegembiraan yang sangat berkesan (kalau kalian itu tidak menjadi kesan yang baik bisa jadi ada kerusakan di memori kalian).  

Sebenarnya rumahnya si Diyah itu saling berdekatan dengan rumahnya si Fahrizal (mereka berdua sudah seperti teman yang akrab) tapi waktu kami tidak memungkinkan kalau harus mampir juga ke rumahnya si Rizal, bisa jadi pulangnya malam hari.

Baca juga: JUDULNYA BERSAMA MEREKA

Catatan ini hanya pelengkap kata-kata untuk sebuah foto yang tersimpan di dalam memori. Selebihnya hanya kami yang benar-benar mengalaminya sendiri betapa indahnya pertemuan itu. Aku sendiri tidak akan melupakannya begitu saja dengan semuanya yang telah terjadi baik itu dirumahnya mbak DPL atau Diyah.

Sekian catatan tentang Dolan ning Boyolali dan Aku akan menyimpannya. . .

Catatan Akhir Kuliah #54

Salam,

About Abdul Jalil

Semua tentang ku dan Haruna

View all posts by Abdul Jalil →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *