Target Pertama Investasi: “Kepemilikan 10.000 Lembar Saham”

Update Terakhir: 24 Agustus 2021 oleh Abdul Jalil

Kediri, 20 Agustus 2021 – Saya memiliki keinginan untuk mewujudkan target pertama investasi saham sebanyak 10.000 lembar (1 lot=100 lembar). Sebenarnya target tersebut sudah saya buat sebelum mulai berinvestasi. Kalau melihat realita, target saya itu terasa berat karena musim Pandemi seperti ini dengan aturan pemerintah yang lebih banyak menyusahkan rakyat kecil.

Saya harus benar-benar bijak dalam mengatur pengeluaran harian. Kebutuhan hidup masih banyak, belum lagi keinginan (lifestyle) yang sampai sekarang belum terpenuhi (lebih karena cuek sih). Hidup apa adanya, tidak ingin aneh-aneh soal pengeluaran.

Kalau melihat isi portofolio dari lembar saham saya sekarang ini (penutupan pasar modal per 20-08-2021) masih di zona merah. Bahkan untuk sektor Consumer Goods masih merugi sampai -25 % dari modal awal investasi. Untung saja masih ada sektor lainnya yang masih berada di zona hijau.

Apa jadinya kalau saya tidak belajar tentang manajemen keuangan pribadi sebelum berinvestasi? Bisa jadi melihat harga saham terus turun, saya akan melakukan aksi jual rugi. Karena takut kehilangan nilai dari lembar saham yang saya beli. Sebagai investor saham memang harus sabar, tidak boleh gegabah apalagi sampai tidak berpikir logis.

Penghasilan bulanan saya tidak lebih besar dari orang-orang yang membaca catatan ini. Tapi saya memberanikan diri untuk membeli lembar saham. Karena prinsip saya adalah membeli saham perusahaan yang memiliki kinerja baik, akan memberikan nilai kedamaian yang tidak dapat orang-orang awam pahami.

Ada satu hiburan sekaligus motivasi tersirat untuk saya sendiri. Setiap investor saham sah untuk mengatakan “Saya adalah pemilik perusahaan X” meskipun porsi kepemilikan hanya 1 lot saja. Saya sudah berulang kali mengatakannya demikian di catatan sebelumnya yang masih ada kaitannya. Kalau ada yang masih ingat. Hihihi 😀

Baca juga:

Apakah Target Pertama Investasi Saham Akan Terwujud Akhir tahun 2021?

Saya punya impian analisa saham di MacBookUnsplash/Austin Distel

Melihat situasi dan kondisi yang seperti ini, saya jawab jujur saja “SULIT“. Namun, tidak menutup kemungkinan tiap bulan minimal ada 100 lembar saham yang masuk ke dalam portofolio investasi. Saya sendiri menyukai saham-saham murah, memiliki fundamental yang bagus dan layak untuk koleksi portofolio.

Tapi saya sendiri juga memiliki ratusan lembar saham dengan nilai kapitalisasi perusahaan > 100 T. Butuh modal besar memang jika ingin membeli perusahaan dengan harga di atas Rp. 3.000 per lembar. Karena minimal pembelian adalah 100 lembar atau 1 lot.

Saya sendiri berharap semoga Pandemi ini segera berakhir, situasi di negara “wakanda” segera sehat dan tentunya saya mendapatkan kesempatan untuk berkarir dengan gaji yang melimpah. Aamiin

Cita-citanya menjadi orang kaya, udah itu saja !

Salam Dariku,

TTD Abdul Jalil

About Abdul Jalil

Semua tentang ku dan Haruna

View all posts by Abdul Jalil →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *